• Berita Terkini

    Friday, March 23, 2018

    Mengapung 28 Jam, Dua ABK Kapal Selamat

    M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS
    JEPARA – Dua anak buah kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rejeki yang sempat hilang, ditemukan selamat kemarin. Kapal TB Nayaka 2, berhasil menyelamatkan Sutomo, 35, dan Bahrudin,18, di sekitar perairan Pulau Mandalika. Mereka yang merupakan bapak dan anak itu, mengapung selama 28 jam menggunakan pelampung dan berpegangan pada ember tempat ikan.

    Diberitakan sebelumnya, kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki tenggelam di perairan Jepara. Kapal asal Kabupaten Pekalongan ini, sebelumnya mengalami kerusakan. Dari 29 ABK yang ada di kapal itu, semuanya selamat. Tujuh belas di antaranya diselamatkan kapal Jasa Samudra dan dibawa ke Karimunjawa. Sementara 10 lainnya dibawa ke Jepara, pada Kamis (22/3/2018). Sepuluh ABK yang dibawa ke Jepara sudah diantar ke Kantor BPBD Pekalongan.

    Sementar itu, dua ABK yang baru ditemukan kemarin, sebelumnya dinyatakan hilang. Sebab, mereka terpisah dengan dua kelompok sebelumnya. Pada pukul 06.00 kemarin, keduanya diselamatkan kapal TB Nayaka 2. Setelah diselamatkan kapal yang berasal dari Kota Baru, Kalimantan, menuju Cirebon, Jawa Barat, itu, mereka dijemput oleh Basarnas. Penjemputan menggunakan rigit inflatable boat (RIB) Basarnas.

    Setelah tiba didaratan, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD RA Kartini. Saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus, Sutomo menceritakan, pada saat kapal mulai tenggelam, ia menceburkan diri ke laut bersama ABK yang lain. Begitu juga dengan anaknya, Bahrudin. Keduanya berpegangan pada ember tempat ikan untuk mengapung. ”Setelah semua menceburkan diri ke laut, kapal terbalik dan hampir mengenai ABK. Tumpahan solar dari kapal pun masuk ke mulut,” ungkapnya.

    Dia mengatakan, 29 ABK di kapal itu terpecah menjadi dua kelompok. Pada saat kelompok yang berjumlah 19 orang ditolong kapal Jasa Samudra, ia tertinggal bersama anaknya. Padahal saat itu dua teman yang berada di dekat Sutomo ikut tertolong. ”Dua teman saya sudah tertolong. Tapi, kapal malah maju menyelamatkan ABK di depan. Saya dan anak saya di belakang kapal. Kami sudah teriak-teriak tapi tidak ada respon,” tuturnya.

    Bersama Bahrudin, ia berjuang sambil berenang ke tepi. Namun usahanya gagal. Ketika sudah dekat dengan tepi laut, ia terbawa arus ke tengah. Hal itu dilakukan selama 28 jam. Nahasnya, pada malam hari ia hampir tertabrak kapal tongkang. ”Sudah gelap badan rasanya sakit, tenggorokan kering, dan perut keram. Saya tidak sanggup berenang lagi. Akhirnya tidur. Tiba-tiba di depan ada kapal hitam besar. Bahrudin saya suruh bangun dan berenang, agar tidak tertabrak kapal. Saya teriak-teriak nggak ada respon juga. Tapi alhamdulillah akhirnya selamat, tidak tertabrak,” ujarnya.

    Sutomo manambahkan, ia dan anaknya pasrah jika selama sehari semalam tidak ada kapal yang lewat. Anaknya bahkan menangis selama di tengah laut, karena pasrah tak sanggup berenang lagi. Namun, harapannya kembali ada setelah TB Nayaka 2 Kota Baru melintas.

    Pelampung yang ia kenakan dilepas kemudian dilambaikan ke arah kapal. Sempat tidak ada respon dari kapal. Kapal pun tetap melaju. Namun, sekitar 15 menit kemudian, kapal berbalik arah dan menolong keduanya.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Nor Isdiyanto mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Pekalongan. Hari ini akan ada penjemputan dari Pekalongan. Setelah menjalani perawatan, Sutomo dan Bahrudin dijemput bersama 17 ABK lainnya untuk kembali ke Pekalongan. ”Yang dari Karimunjawa menggunakan Kapal Express Bahari. Pukul 09.00 (hari ini, Red) kami perkiraan sudah sampai dermaga Jepara,” jelasnya. (war/lin)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top