• Berita Terkini

    Monday, March 19, 2018

    Kemenpora RI Latih Pemuda Kebumen Membuat Bola

    fotohmadsaefurohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 60 anak muda yang berasal dari Kabupaten Kebumen dan Purworejo mengikuti pelatihan membuat bola di  Meotel Kebumen. Pelatihan yang merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI itu dibuka Senin (19/3/2018) dan akan berlangsung satu minggu ke depan.

    Hadir kemarin, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Prof Mulyana, Kepala Dispora Wisata Kabupaten Kebumen, Azam Fatoni, dan Kabid Pemuda dan Olahraga Edi Sukamsi.

    Dalam pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari pria dan wanita itu belajar membuat bola dengan didampingi instruktur. Mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik pemotongan bentuk, teknik sablon, desain, menjahit bola, merakit hingga uji kontrol bila bola sudah dalam bentuk jadi.



    Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat sumber daya manusia di bidang ekonomi industri olahraga. Di tahun 2018, pelatihan pembuatan bola digelar di tiga kota kabupaten yakni, Kebumen, Purworejo dan Yogyakarta.

    "Tujuan program ini menciptakan SDM terlatih untuk bisa mewujudkan industri olahraga Indonesia mampu bersaing dengan di luar. Sekaligus memperluas sentra Sentra pembuatan bola seperti yang ada di daerah Purworejo," katanya

    Terkait standarisasi kualitas produk, kata Mulyana, akan dilakukan bertahap. Untuk saat ini, pihaknya menitikberatkan agar peserta dapat membuat bola terlebih dahulu. Setelah mereka menguasainya dan dilakukan secara kontinyu, standarisasi otomatis dapat terwujud.

    Produk sendiri diharapkan dapat digunakan sebagai sarana latihan dan pelatihan anak usia dini.

    "Ini sekaligus mengenalkan bola agar lebih memasyarakatkan olahraga bola," katanya.



    Sementara itu, Kepala Dispora Wisata Azam Fatoni sangat menyambut gembira program tersebut. Dia berharap pelatihan tersebut selain memberikan keterampilan kepada generasi muda, sekalgus membuka lapangan kerja. Muaranya, angka pengangguran menurun.

    Disamping itu, dengan adanya produk tersebut sebagai pemicu perkembangan olahraga sepakbola Kebumen yang saat ini masih terpuruk.

    "Ke depan ini sebagai acuan dinas untuk membuat pelatihan sejenis agar perkembangan olahraga semakin baik," katanya. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top