• Berita Terkini

    Monday, March 19, 2018

    Duh, 56 Neon Box Asmaul Husna Dibiarkan Padam

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Neon box bertuliskan 99 nama suci Allah (Asmaul Husna) yang terpampang di sepanjang jalan utama Kebumen kondisinya memprihatinkan akibat tak terawat. Bahkan dari 99 neon box itu, 56 diantaranya dalam kondisi padam. Itu artinya, separuh lebih neon box Asmaul Husna dibiarkan tak menyala. Tak hanya itu dua neon box bahkan dalam kondisi miring dan terancam ambruk.

    Yakni di depan Rita Pasaraya dan di depan gedung DPRD Kebumen. Yang lebih memprihatinkan, kondisi ini ternyata sudah terjadi dalam beberapabulan terakhir, bukan hanya hitungan hari atau minggu.

    Pantauan Ekspres, neon box Asmaul Husna yang padam tersebar mulai Jalan Ahmad Yani hingga ke Jalan Pahlawan. Neon yang juga difungsikan untuk penerangan jalan itu tidak kelihatan menyala di malam hari. Akibatnya kondisi sejumlah jalan terlihat gelap.

    Didi Mulyadi (24), warga Bumirejo Kebumen mengaku prihatin melihat kondisi sebagian neon box yang tidak terawat, bahkan menurutnya seperti sengaja dibiarkan padam.

    “Kalau hitungannya hari mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah berbulan-bulan padam kok ya dibiarkan,” kata pemuda yang biasa nongkrong di depan kantor Telkom Kebumen ini, kemarin (19/3/2018).

    Di lokasi tersebut, setidaknya ada tiga neon box Asmaul Husna yang berbulan-bulan padam. Menurutnya, jika lampu neon box dibiarkan padam, tulisan nama suci Allah tidak akan terlihat secara jelas pada malam hari. Initentu akan mengurangi nilai estetikanya.


    Pendapat serupa juga diungkapkan Muhajir (41) warga Jatisari Kebumen. Menurutnya, neon box Asmaul Husna bisa menjadi ikon daerah sekaligus dapat mendukung citra Kabupaten Kebumen sebagai kota religius.

    Disisi lain, itu juga memperindah suasana kota di malam hari. “Slogan kabupaten kita kan Beriman, lha ini yang mendukung kontek Beriman kok malah dibiarkan padam. Sangat disayangkan jika  neon box yang sudah menjadi salah satu ciri khas daerah ini justru tidak dirawat,” bebernya.

    Lebih lanjut dia mengatakan, pemasangan simbol Asmaul Husna harusnya dibarengi dengan pemeliharaan dan perawatan. Apalagi pemasangannya dilakukan di ruang publik. Jika dibiarkan tak terawat, sama saja dengan perilaku tak bertanggung jawab terhadap asmaul husna. Dia bahkan meminta instansi terkait agar menurunkan neon box tersebut jika tidak mampu menjaga dan merawatnya.

    “Nama suci Allah itu sesuatu yang sakral, kalau dibiarkan rusak dan tak terawat, rasa-rasanya kok sangat tidak bisa diterima,” tandasnya. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top