• Berita Terkini

    Monday, March 26, 2018

    Cerita Warga Soal Pembacokan Petanahan: Korban Berteriak Allahu Akbar Allahu Akbar

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Suharto (40), warga Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan, tega melukai Ahmad Irfani Azis (38), dengan sebilah celurit,  Minggu (25/3/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Sampai saat ini, tetangga pelaku mengaku masih tak habis pikir mengapa hal itu bisa terjadi.

    Sejumlah tetangga pelaku yang ditemui Senin (26/3/2018), mengatakan, mereka tak tahu persis kronologi peristiwa tersebut. Pun demikian soal motif atau latar belakang peristiwa menggegerkan itu.

    Wahyudin (32), tetangga yang tinggal persis di samping rumah pelaku mengatakan selama ini korban dan pelaku dikenal sebagai sahabat karib. Maklum, keduanya sama-sama menjadi tokoh pemuda karena menjabat Ketua Karangtaruna dan Ketua LKMD. Tak ada juga kabar ada permasalahan diantara keduanya sampai peristiwa itu terjadi.

    "Mereka merupakan teman dekat dan sering melakukan kegiatan bersama-sama di desa," kata Wahyudin diamini Tolkhah, warga lain.

    Saat hari kejadian pun, kata Wahyudin, tak ada kehebohan berlebihan. Hanya, menurut Mursalin (39) warga lain, korban memang sempat terlihat keluar dari rumah pelaku sekitar pukul 11.00 WIB.

    "Saat itu, korban berlari sambil berteriak AllahuAkbar Allahuakbar. Tangannya memegangi perut bagian kiri. Sesampai di ujung jalan, korban ditolong sama teman-temannya dan dibawa ke Puskesmas (Petanahan)," katanya.


    Belakangan diketahui, korban lantas dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gombong karena lukanya lumayan parah.

     "Saat hari kejadian pun, mas Harto (pelaku,red) tidak mengejar korban yang lari (dalam rangka menyelamatkan diri). Mas Harto bahkan tak terlihat ke luar rumah dan seperti tak terjadi apa-apa," katanya.

    Tak hanya tetangga yang heran dengan kejadian tersebut. Wartilah (80), yang ibu kandung pelaku, pun mengaku bingung dengan apa yang dilakukan anaknya tersebut.

    Pada hari kejadian, katanya, dia hanya sempat melihat anaknya ke luar rumah. Tak lama kemudian, polisi datang ke rumah mengambil celurit yang dipergunakan pelaku untuk melukai korban.

    Baru saat masuk ke dalam rumah, Wartilah melihat darah berceceran di lantai. Baru setelah itu, dia tahu anaknya menganiaya korban. "Saya gak tahu alasannya," ujarnya diamini Warti, adik kandung sekaligus bibi pelaku.

    Suharto diketahui tinggal di rumah sendiri. Rumah itu berada di depan rumah orang tuanya. Sehari-hari, Suharto tinggal sendiri, sementara istrinya pergi merantau ke Taiwan.


    Suharto, warga Desa Grogolbeningsari, Petanahan, melakukan penganiayaan terhadap Ahmad Irfani Azis, Minggu (25/3/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian tersebut terjadi di rumah tersangka. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian pinggang kiri dan dilarikan ke rumah sakit.

    Rumah pelaku dan korban berjarak paling sekitar 200 meter. Saat ini, pelaku sudah diamankan di mapolsek Petanahan. (cah/saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top