• Berita Terkini

    Friday, February 9, 2018

    Warga Karangsari Berharap Jalan Beji Dapat Segera Dibangun

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Warga dan Pemerintah Desa (Pemdes)Karangsari Kebumen berharap bantuan pemerintah terkait pembangunan jalan alternatif yakni Jalan Beji. Dalam hal ini melalui program TNI Menanunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2019 mendatang.


    Pasalnya, jalan alternatif tersebut merupakan solusi untuk untuk mengurai kemacetan di perempatan Jalan Cemara. Di perempatan Jalan Cemara, tepatnya di depan kantor Balai Desa Karangsari, memang selalu terjadi kemacetan khususnya pada jam sibuk. Bahkan sempitnya jalan, acap kali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Karangsari Endrata saat menerima kunjungan tim survei  calon lokasi TMMD tahun 2019. Selain melaksanakan pertemuan di kantor balai desa, tim survay juga meninjau langsung ke jalan yang diusulkan masuk dalam program TMMD, Jumat (9/2/2018).

    Adapun tim survei TMMD tersebut terdiri dari Bapermades, Kodim 0709/Kebumen, Dinas PUPR, dan BAP3DA Bagian Pembangunan Setda Kebumen. Survay tempat TMMD juga dihadiri oleh Muspika Kebumen.

    Dalam kesempatan itu Endrata menjelaskan, untuk mengurai kemacetan yang hampir terjadi setiap hari, maka Pemdes membuka jalur alternatif, yakni Jalan Beji. Jalur ini menghubungkan RW 4 Dukuh Ampel, RW 3 Dukuh Karangasem Desa Karangsari, hingga Jalan Cincin Kota Kebumen. “Adanya pembukaan jalan alternatif baru, akan sangat efektif untuk mengurai kemacetan,” paparnya.

    Jalan Beji yang dibangun dengan ukuran 500 x 3 meter dengan panjang jembatan 6 x 4 meter. Jalan Beji akan urai kemacetan di jalan utama. Di Karangsari sendiri terdapat 14 sekolahan yakni lima SMK/SMU, satu SMP, tiga SD/MI dan lima PAUD dan TK.

    Jumlah tersebut masih ditambah dengan satu sekolahan yakni MAN 1 Kebumen. Maka setiap pagi kecuali hari libur, perempatan jalan depan balai desa dilalui oleh 2.221 pengendara sepeda, 3.833 pengendara sepeda motor dan 1.281 pejalan kaki. Jumlah siswa SLTA saja telah mencapai 7663 orang. “Perempatan jalan pasti macet saat jam sibuk. Kami sangat berharap untuk bisa mendapatkan program TMMD,” katanya.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua LKMD H Suharyono SSos. Pihaknya menyampaikan selama ini warga telah merelakan tanahnya untuk dibuat jalan. Pengorbanan warga jangan sampai sia-sia. Untuk itu pihaknya berharap jalan dapat dibangun menggunakan program TMMD.

    Sementara itu Bati TerKodim 0709/Kebumen Pelda Haryono menyampaikan, terdapat delapan desa yang disurvay dalam program TMMD 2019. Dari jumlah tersebut akan diambil tiga yang mendapatkan TMMD. “Kami belum bisa menentukan, perangkingan nanti akan dilaksanakan oleh tim,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top