• Berita Terkini

    Tuesday, February 13, 2018

    Tuntaskan Korupsi di Kebumen, Bupati Diminta Terbuka kepada KPK

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ketua Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Kebumen Hadi Waluyo, berharap agar Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, blak-blakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sikap terbuka Bupati diharapkan akan membongkar gurita korupsi yang terjadi di kabupaten berselogan Beriman ini.

    Menurut Hadi Waluyo beberapa persoalan korupsi di Kebumen, bukan hanya terjadi pada masa kepemimpinan Mohammad Fuad Yahya saja, melainkan juga terdapat pada kebijakan bupati sebelumnya.

    Adapun beberapa diantaranya meliputi proyek pembangunan Rumah Sakit Prembun dan pembangunan pasar yang ada di Kabupaten Kebumen. “Kebijakan terkait proyek pembangunan pasar dan Rumah sakit Prembun, bukan dilaksanakan bupati saat ini, melainkan oleh bupati sebelumnya,” tuturnya, Selasa (13/2/2018).

    Dalam hal ini, Hadi Waluyo percaya KPK tidak akan berhenti sampai di Mohammad Yahya Fuad. Dari data yang dia punya, praktek korupsi tak kalah besar telah terjadi sebelum masa pemerintahan Yahya Fuad. Jadi, Hadi Waluyo meminta KPK tidak tebang pilih atau pilih tebang. “Tidak akan sampai hanya disini saja, bahkan kemungkinan besar KPK masih dua hingga tiga tahun di Kebumen,” paparnya.

    Saat disinggung mengenai, apakah dimungkinkan akan ada tersangka baru, pihaknya menyampaikan kemungkinannya itu sangat besar. Pasalnya masih banyak persoalan di Kebumen  yang berkaitan dengan kasus korupsi. Banyaknya persoalan tersebut tentunya berkaitan dengan banyak pihak dan perseorang.

    Untuk itu dimungkinkan akan masih banyak potensi tersangka baru. “Masih banyak yang berpotensi menjadi tersangka, persoalan di Kebumen sendiri masih sangat banyak,” katanya.

    Pihaknya menambahkan, kasus mega korupsi di Kebumen telah melibatkan eksekutif, legislatif dan swasta. Dalam hal ini potensi tersangka baru juga akan berasal dari ketiga unsur tersebut yakni eksekutif, legislatif dan swasta. “Kalau potensi tersangka baru, tentunya akan berasal dari kalangan eksekutif, legislatif dan swasta dalam hal ini pengusaha,” jelasnya.

    Seperti diberitakan, Bupati Kebumen ditetapkan tersangka oleh KPK karena perkara gratifikasi. Selain Yahya Fuad, pengusaha Hojin Ansori dan Khayub M Lutfi ditetapkan tersangka. Sejauh ini, Bupati belum diperiksa oleh KPK.

    Ketiga orang tersebut ditetapkan tersangka hasil dari pengembangan Operasi tangkap tangan (OTT) pada 15 Oktober 2016. Sejak saat itu, KPK sudah menetapkan 9 tersangka. Masing-masing Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sigit Widodo, Anggota DPRD Kebumen Yudi Trihartanto, Sekretaris Daerah Adi Pandoyo, Basikun Suwandi Atmodjo alias Petruk (LSM dan pengusaha) dan Hartoyo (pengusaha) juga Dian Lestari yang baru saja ditahan KPK pada Selasa (13/2/2018). Lalu, Bupati Kebumen, Hojin Ansori dan Khayub M Lutfi. (cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top