• Berita Terkini

    Wednesday, February 7, 2018

    Sumur Minyak Pertamina di Grobogan Semburkan Gas

    SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS 
    GROBOGAN – Pengeboran sumur minyak bumi di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, bocor. Material gas menyebur keluar. Gas itu keluar saat pergantian kran.
    Kebocoran sumur minyak milik Pertamina yang dikelola PT Nureka itu sejak Senin sore (5/2). Hingga Rabu (7/2/2018) sumur nomor 22 tersebut masih menyemburkan material gas bercampur air.

    Untuk mengamankan lokasi, kemarin dipasangi garis polisi di sekitar lokasi semburan. Tidak semua orang diperbolehkan mendekati lokasi semburan.

    Field Manager PT Nuerka Ali Maghfur mengakui, semburan gas di lokasi pengeboran sumur 22 tersebut dikarena ada kran dalam mesin pengeboran. Kebocoran itu terjadi dua pekan lalu. ”Saat akan diperbaiki dampak kebocoran tambah membesar. Mengeluarkan gas dan air,” katanya kemarin.

    Semburan tersebut mengakibatkan suara gemuruh di lokasi eksploitasi pengeboran. Akibatnya aktivitas penambangan berhenti total. Selama tidak beroperasi, PT Nureka mengalami kerugian.

    ”Kalau dihitung selama dua pekan untuk hasil produksi dan dampak lingkungan mencapai Rp 1 miliar,” ujarnya.

    Untuk memperbaiki PT Nureka mengerahkan tim teknik. Saat ini tim berupaya meredam suara gemuruh agar tidak mengganggu pendengaran. Pihaknya juga memastikan dalam waktu tiga hari ke depan perbaikan selesai dilakukan.

    ”Saat ini kami masih menunggu kran pengganti karena harus indent (dari Tiongkok atau Amerika, Red). Begitu kran pengganti datang kami langsung melakukan perbaikan untuk menghentikan semburan gas,” terangnya.

    Penanggulangan luapan gas yang keluar pihaknya membuat beberapa kolam untuk menampung gas. Tujuannya tidak meluber ke sungai atau perkampungan warga. Sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. ”Sehingga aman untuk lingkungan,” tandasnya.

    Menurutnya, saat ini produksi minyak sumur tua ini baru tahap satu, yaitu 55 barel per hari. Produksi tersebut akan ditingkatkan dua kali lipat. Karena ada kendala kebocoran gas, peningkatan produksi diurungkan. ”Peningkatkan produksi terpaksa kami tunda dulu sambil melihat perkembangan perbaikan,” tandasnya.

    Dampak dari bocornya gas tersebut menjadikan Muspika Gabus melakukan peninjauan di lapangan. Yaitu dari Kapolsek Gabus, Danramil Gabus dan Camat Gabus. Selain itu, ada perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan melihat dampaknya lubernya gas minyak secara langsung di lapangan.

    Eksploitasi minyak sumur tua peninggalan Belanda diresmikan sejak Februari 2017. Pengeboran minyak ini dilakukan oleh PT Nureka yang bekerja sama dengan PD Purwa Aksara Purwodadi. Ada 47 sumur yang akan dieksploitasi. Namun, baru lima yang sudah dieksploitasi. (mun/ris)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top