• Berita Terkini

    Minggu, 18 Februari 2018

    Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Belajar Budaya Jepang

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- SMP Muhammadiyah 2 (Spemuda) Kebumen, baru-baru ini, mengadakan kegiatan Belajar Budaya dan Bahasa Jepang bersama sensei langsung berasal dari Negera Jepang. Kegiatan yang bertajuk belajar budaya dan bahasa Jepang itu sangat mengasyikkan dan diikuti oleh seluruh siswa Spemuda dan siswa Sekolah Dasar yang berada di sekitarnya. Para  siswa tampak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.


    Adapun sensei yang masih muda dan cukup komunikatif dengan para siswa tersebut bernama Yumi Miyazawa. Yumi Miyazawa merupakan seorang pengajar Bahasa Jepang dan seorang Nihcongo Partner yakni orang Jepang yang ditugaskan menjadi teman mengajar Guru Bahasa Jepang di Indonesia dari Japan Fondation.  Kunjungan tersebut dilaksanakan berkaitan dengan program ekstrakurikuler Bahasa Jepang yang sudah ada selama 5 tahun terakhir di Spemda yang juga telah saja menjuarai perlombaan Gondoku atau puisi Jepang se Jawa Tengah DIY di Boyolali.

    Kedatangan Yumi di Spemuda didampingi Ken seorang guru Bahasa Jepang dari SMAN 1 Kebumen disambut hangat, dengan berbagau rangkaian acara.  Itu dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia raya, lagu Tegami, penampilan Gondoku atau Puisi bahasa Jepang yang membuat Yumi terkagum dan diabadikan lewat rekaman kameranya serta talkshow interaktif berhadiah. Di akhir acara siswa menikmati 100 takoyaki hangat yang mereka buat sendiri dengan saus mayonise sebelumnya mereka foto bersama Yumi sebagai kenangan tutur Yuni Rokhmawati penggagas acara ini.

    Cindi Marsella Putri salah satu siswa kelas 8A Fullday mengaku sangat senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Meski harus terbatas dalam berkomunikasi, namun mereka tetap bisa berinteraksi secara seksama. Dalam kesempatan itu para siswa tidak hanya belajar Bahasa Jepang saja, mereka juga praktik memasak Takoyaki yakni kudapan khas Jepang.

    Sementara itu Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kebumen  Imam Romzan Faozi SthI menjelaskan kunjungan tersebut merupakan kali pertama dari Japan Fondation. Harapannya anak-anak punya wawasan dan pengalaman yang luas untuk bergaul dengan bangsa lain di era global, sehingga rasa percaya diri juga bertambah.

    “Kunjungan persahabatan ini adalah cara agar generasi Indonesia lebih mengenal budaya dan Bahasa Jepang. Ini adalah upaya agar mereka bisa berkomunikasi dan banyak hal yang telah dipelajari. Kami juga mengundang 100 siswa sekolah dasar dari sekitar sekolah,” tuturnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top