Honda VARIO

  • Berita Terkini

    Kamis, 01 Maret 2018

    Pencarian Korban Longsor Brebes Berakhir

    FOTO:TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES
    BREBES - Setelah tujuh hari pasca terjadinya bencana longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup operasi pencarian korban longsor, Rabu (28/2/2018).

    Penutupan operasi didahului dengan rapat koordinasi yang dihadiri seluruh unsur yang terlibat, diantaranya Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait, Tim DVI, potensi SAR maupun masyarakat. Menyusul berakhirnya operasi pencarian korban, selanjutnya penangan bencana tanah longsor akan dilakukan melalui tahapan tanggap darurat bencana.

    "Sesuai dengan produr serta pertimbangan efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi korban, maka tahap pencarian kami hentikan. Hal ini juga melihat luasan longsor yang menimbun korban dengan area yang luas," terang Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Basarnas Jateng.

    Dikatakan Noer, selama proses pencarian korban semua jajaran telah melakukan upaya maksimal. Namun selain berkaitan dengan prosedur, kondisi di titik longsor bukit Lio masih sangat beresiko terjadinya  longsor susulan.

    "Proses pencarian telah kita lakukan di seluruh sektor yang teridentifikasi, pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan. Karenanya dengan ini proses pencarian kami tutup," sambung Noer.

    Adapun masa tanggap darurat bencana, akan dilaksanakan melalui kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Selain itu juga diikuti  perbaikan serta pemulihan infrastruktur yang rusak.

    Sementara Koordinator Tim SAR Gabungan Longsor Salem, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono yang juga Dandim 0713 menyampaikan, hingga hari ke tujuh pasca bencana tanah longsor Desa Pasirpanjang berhasil mengidentifikasi 12 orang. Satu korban terakhir diketahui berdasarkan hasil dari Tim DVI dan Forensik Polda Jateng atas temuan anggota tubuh pada Jumat (23/2).

    "Dengan demikian maka korban bencana longsor Pasirpanjang secara keseluruhan 23 orang dengan korban selamat 14, korban hilang 6 orang dan korban tewas berjumlah 12 orang," jelasnya.

    Adapun korban yang sebelumnya dinyatakan hilang namun akhirnya dapat diketahui keberadaanya adalah Ajid, warga Desa Bentar, Warnoto, Daswa,  Kuswanto, Tarsinah ke empatnya warga Desa Pasirpanjang.

    "Korban selamat berhasil teridentifikasi setelah sebelumnya mengalami trauma tertimpa longsor, setelah kejadian mereka pulang ke rumah hingga akhirnya melapor didampingi keluarga," jelas Dandim.

    Adapun selama proses pencarian korban diketahui korban meninggal warga Desa Pasirpanjang  yakni Hj Karsini, 56, Wati, 80, Kiswan aliasTewol, 45,  Caski, 50, (meninggal di RS), Sarmah, 60, (Hasil Identivikasi Tim DVI Polda Jateng temuan potongan anggota tubuh), Turkiah, 44, Rusminah, dan Dasrip (Hasil Identivikasi Tim DVI Polda Jateng temuan potongan anggota tubuh). Selain itu juga terdapat nama Casto, 48, warga Desa Bentarsari Kecamatan Salem, Wartinah 45, warga Desa Ciputih Kecamatan Salem, Casti, 85, warga Desa Pabuaran Kecamatan Salem dan Radam, 59, warga Desa Jipang Kecamatan Bantarkawung.

    Adapun korban yang belum ditemukan berdasarkan laporan pihak keluarga sebanyak 6 orang yakni Haryanto, Sujono,57,  Suwirso, ketiganya warga Desa Pasirpanjang, selain itu terdapat nama Rustam Rusyadi, warga Desa Bentar Kecamatan Salem, Marsu’i,64, warga Desa Ciputih Kecamatan Salem, dan Wastim Wahyu,48 th, Desa Salem Kecamatan Salem.

    Satu warga masih dalam perawatan di RS Margono Purwokerti yakni Windi Indriani, 19, wargaDesa Bentar Kecamata Salem, akibat menderita sejumlah luka.(pri)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top