Honda GTR

  • Berita Terkini

    Rabu, 28 Februari 2018

    Klenteng Kong Hwie Kiong Kebumen Bakal Gelar Kirab Budaya

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kong Hwie Kiong Kebumen bakal menggelar Kirab Budaya Nusantra Cap Go Meh, pada Jumat 2 Maret 2018 mendatang. Kegiatan ini merupakan puncak penutupan perayaan Imlek 2569 atau biasa dikenal dengan tradisi Cap Gomeh.

    Ketua Panitia Kirab Budaya Nusantara Cap Go Meh Kebumen, Henki Halim, menjelaskan kirab tersebut bakal dilakukan usai shalat jumat sekitar pukul 13.00 WIB. Adapun rutenya akan star dari halaman Klenteng Kong Hwie Kiong Kebumen, ke Jalan Pramuka Kebumen, Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan, Jalan S Parman (samping SMP 5). Kemudian, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Kolonel Sugiono dan kembali ke Klenteng Kong Hwie Kiong.

    Pada Kirab Budaya Nusantara Cap Gomeh tahun ini akan dimeriahkan dengan penampilan menyajikan barongsai, Liong Naga Doreng, Grup Hadroh Polres Kebumen, arak-arakan drum band, mobil gowes, kesenian Tionghoa serta kesenian tradisi lokal lainnya.

    "Kirab tahun ini rencananya juga akan dimeriahkank aksi dari Liong Naga Doreng," ujar Henki Halim, Minggu (25/2) sore.

    Pemilik Roti Jempol ini, mengatakan patung Dewa Dewi yang selama ini berada di dalam klenteng juga akan dikeluarkan dan ikut dikirab keliling Kota Kebumen. Tak hanya patung Dewa Dewi dari Klenteng Kong Hwie Kiong Kebumen, acara tersebut juga mengundang tuan rumah Klenteng Hok Tek Bio Gombong, Kong Co 'Hok Tek Cin Sin' atau disebut sebagai Dewa Bumi.

    "Ini bukan hanya sekedar ritual arak-arakan, tetapi juga diyakini sekaligus sebagai ritual menghalau musibah yang bisa datang dari darat dan lautan," katanya.

    Umat di klenteng meyakini dengan mengarak Dewa Penguasa Laut dan Dewa Bumi, maka Dewa Dewi akan bahagia dan kemudian akan memberikan hasil bumi dan laut yang berlimpah bagi seluruh warga Kebumen. Kemudian pada malam harinya akan digelar pesta kembang api di halaman Klenteng yang sudah berumur ratusan tahun tersebut.

    Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Kebumen, Sugeng Budiawan, mengatakan perayaan Cap Go Meh bukan sekadar untuk mengakhiri perayaan Imlek, melainkan bukti bahwa masyarakat bersatu dalam keberagaman dan ini patut dipertahankan.

    Menurutnya, perayaan Kirab Budaya Nusantara Cap Gomeh bukan hanya milik keturunan Tionghoa saja. Namun, merupakan kebudayaan bersama dimana ada akulturasi budaya di dalamnya. "Kami melibatkan warga lokal untuk partisipasi," kata Sugeng Budiawan.(ori)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top