• Berita Terkini

    Sunday, February 4, 2018

    Ketonjang Ramaikan HUT SMKN 2 Kebumen

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kesenian Ketonjang meramaikan acara peringatan acara HUT SMK Negeri 2 Kebumen ke 46. Ketonjang sediri merupakan jenis kesenian baru yang terdiri dari kolaborasi dua kesenian daerah. Kesenian ketonjang diramu oleh para pemain group Ketoprak yang dinamakan "Jos Gandos". Adapun serangkaian acara HUT ke 46, yang digelar beberapa waktu lalu tersebut, bertajuk "Calashiforsa SMKN 2 Kebumen" atau Creativity Art Literature Adiwiyata Sport and Health in the Forty Sixth Anniversary.

    Ketonjang sendiri merupakan pengambilan dari nama kesenian yakni Ketoprak dan Janeng. Setelah terjadi kolaborasi, kesenian ketrophak yang umumnya, diiringan instrument musiknya alat gamelan, kini diganti menggunakan musik Janeng. Untuk itu para pemuda yang tergabung dalam cinta seni tanah air memeriahkan dengan kesenian baru yang dinamakan "Ketonjang (ketroprak janeng)"

    Ketua Group Jos Gandos Bagus (23) Prabandanu warga Kelurahan/Kecamatan Kebumen menyampaikan, kesenian Janeng, pada awal mulanya dimainkan untuk tujuan dakwah Agama Islam dimasa lalu. Hal ini bermula dari zaman Kerajaan Demak yakni sekitar abad ke-7 sampai masa sekarang. Karena kesenian bertujuan dakwah, maka lagu-lagu janeng lebih banyak bernafaskan Islam seperti Shalawat Nabi. “Kesenian Jamjaneng sebenarnya merupakan Kebudayaan Asli Kebumen,” tuturnya.

    Dengan adanya Kebudayaan Asli Kebumen itu, para pemain Group Ketoprak yang dinamakan "Jos Gandos", akhirnya merilis sebuah kesenian baru Kebumen yang dinamai "Ketonjang". Dalam pembawaanya pun sama pada Ketoprak umumnya tetapi menggunakan iringan musik janeng.

    Dijelaskannya, Ketonjang diperagakan oleh Group Kesenian dan digelarkan dipanggung dengan mengambil cerita sejarah, cerita panji, dongeng dan lainnya serta diselingi dengan lawak (humor). “Dalam hal ini, bahasa yang digunakan pun menggunakan asli Ngapak Kebumen,” terangnya.

    Bagus yang sedang kini tengah menempuh kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Muhammadyah Kebumen itupun berharap agar Masyarakat lebih mencintai kebudayaan sendiri. Hal itu salah salah satunya dapat dilaksanakan dengan mengenal kebudayaan asli daerah dan ikut serta melestarikan budaya. “Ini sangat penting terutama bagi anak muda jaman sekarang,” paparnya.

    Dijelaskannya, group pemain Jos Gandos pun sendiri mayoritas para merupakan pemuda-pemudi. Termasuk pemain iringan janeng pun semua anak muda bahkan masih ada yang sedang belajar di bangku SMA. Pada acara tersebut Group Jos Gandos sukses membawakan Kesenian Ketonjang dan memeriahkan oleh gelak tawa para penonton. “Karena ini Ketoprak Garap, ya begitulah cara kami membawakanya, dikemas lebih modern agar penonton tidak merasa jenuh, mungkin bisa jadi nanti ada yang membawakan kesenian ‘Ketonjang lebih bagus lagi dari kami,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top