• Berita Terkini

    Sabtu, 24 Februari 2018

    Gunakan Hak Prerogatif, Megawati Tunjuk Lagi Jokowi

    FOTOSEPRESFORJAWAPOS
    DENPASAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali menggunakan hak prerogatifnya memilih Joko Widodo menjadi calon presiden. Deklarasi itu dilakukan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Denpasar, kemarin (23/2). Pembukaan Rakernas yang dihadiri ribuan pengurus partai dari tingkat cabang, pusat, organisasi sayap, dan badan otonom itu tertutup dari media.



                 Arena rapat yang terletak di lantai dasar hotel bintang lima itu dijaga ketat oleh satgas PDIP dan Paspampers. Hanya yang memiliki tanda pengenal dengan barcode khusus yang bisa masuk. Awak media hanya bisa mendekati sampai pintu depan hotel. Jokowi yang mengenakan baju merah lengan panjang datang sekitar pukul 14.00 WITA didampingi Puan Maharani.


                Kabar deklarasi itu tersebar dari potongan video pidato Megawati di atas mimbar. ”Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan adalah Joko Widodo,” ujar Mega yang mengenakan baju hitam lengan panjang. Pengumuman itu disambut teriakan dari ribuan kader PDIP yang hadir. ”Siap memenangkan?” tanya Mega yang disambut dengan koor serempak peserta mengangkat tangan sambil menunjukan simbol metal. PDIP memang mendapatkan nomor urut tiga partai politik peserta pemilu 2019. Setelah mengumuknan itu, Mega turun dari mimbar.


                Sedangkan Jokowi setelah menghadiri Rakernas itu datang ke Pura Dalem Sekenan Serangan, Jalamn Pulau Serangan, Kota Denpasar. Ternyata Jokowi telah berganti baju putih lengan panjang saat memasuki halaman Pura. Dia beri udeng merah tanda sebagai tamu kehormatan. Di Pura yang disakralkan itu dia menghadiri penyerahan 845 sertifikat tanah adat.


                Setelah sekitar sejam acara, Jokowi keluar dan memberikan pernyataan resminya. Jokowi yang mengenakan peci hitam mengungkapkan terima kasih kepada Megawati atas penunjukan dirinya sebagai calon presiden. Sebelumnya dia berbasa-basi pada awak media yang memang tidak melihat langsung deklarasi tersebut. ”Tadi ndak didalam to?” ujar Jokowi setengah bertanya diiringi dengan senyum.


                Situasi mendadak menjadi lebih formal. Lantaran Jokowi memulainya dengan mengucapkan salam seolah ingin berpidato. Dengan latar belakang hutan mangrove dia memulai pidato singkatnya.


    ”Jadi dalam Rakernas III PDI Perjuangan di Bali, Ketua Umum PDI Perjuangan ibu Hj Megawati Soekarnoputri dengan menggunakann hak prerogatifnya yang diberikan oleh kongres partai, telah menetapkan kembali saya sebagai calon Presiden 2019 – 2024,” ujar matan Gubernur DKI Jakarta itu. Turut di belakang Jokowi ada Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.


    Dia yakin dengan dukungan dari PDIP yang solid bisa membuat pemerintahan yang semakin solid. Apalagi, sebelumnya Jokowi telah mendapatkan dukungan terbuka dari Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai NasDem.


    ”Pemerintahan ke depan akan lebih stabil, lebih efektif karena dukungan partai-partai yang menyatu dengan dukungan rakyat,” ungkap dia.


    Jokowi mengungkapkan tema Rakernas, yakni Pola Pembangunan Berdikari untuk Indoneseia Raya seolah memberikan pesan tersendiri bagi dirinya atas penunjukan mandat tersebut. Dia menyebut semangat berdikari itulah yang juga menjadi pesan khusus dari Megawati. ”Terutama dalam hal pangan, energi, pertahanan, dan keuangan,” ungkap mantan Walikota Solo itu.


                Terkait dengan calon wakil presiden dia masing enggan buka-bukaan. Temasuk kriteria yang cocok hingga waktu pengumuman. Dia menyebutkan bahwa itu masih membutuhkan pertemuan-pertemuan lanjutan dengan partai lain.


                ”Belum, masih panjang. Masih panjang. Ini masih panjang. Masih ada bulan Maret, April Mei, Juni, Juli, Agustus,” ujar dia. Agustus memang dijadwalkan sudah memasuki tahap penetapan calon.


                Tekait dengan deklarasi yang tertutup, Jokowi enggan menanggapinya. Dia meminta agar bertanya langsung dengan partai. ”Tanyakan ke partai. Tanyakan ke Ibu Mega.  Pertanyaannya kok ke saya,” kilahnya.
    Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sudah memprediksi bahwa Jokowi akan kembali dicalonkan sebagai capres PDIP. Dalam hal ini, kemungkinan besar bahwa Jokowi akan kembali bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pilpres mendatang. "Hasil sejumlah survei menunjukkan bahwa capres terkuat hanya Jokowi dan Prabowo," kata Fadli.


      Menurut Fadli, saat ini memang Prabowo belum resmi dicalonkan sebagai capres Partai Gerindra. Namun, Prabowo dalam HUT Partai Gerindra ke-10 sudah mengisyaratkan kesiapan maju. "Kami di Partai Gerindra sudah menunjukkan kesiapan mendukung beliau," ujarnya.


      Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menambahkan, fakta Jokowi akan maju lagi memang tak terbantahkan. Sebelum PDIP, sudah ada partai lain mulai dari Partai Golkar, Hanura, PPP hingga Nasdem yang telah resmi mencalonkan kembali Jokowi.


      "Partai-partai koalisi pemerintah mungkin ingin mendukung kedua kalinya, ya silakan itu hak partai. bagian dari demokrasi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

      Menurut Riza, Partai Gerindra juga tinggal menunggu waktu untuk mencapreskan kembali Prabowo. Menegaskan pernyataan Fadli, saat ini hanya Prabowo yang bisa menandingi elektabilitas Jokowi. "Fakta di lapangan cuma Bapak Prabowo yang bisa menantang, bersaing dan memungkinkan ikut dalam kompetisi dan juga punya peluang yang besar untuk mengalahkan Pak Jokowi cuma Pak Prabowo," tandasnya. ( (jun/
    bay/jpnn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top