• Berita Terkini

    Friday, February 9, 2018

    BNN Kejar Pabrik PCC di NTB

    JAKARTA— Penyelundupan 162 ton bahan pil paracetamol caffein dan carisoprodol (PCC) mengarahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Musa Tenggara Barat (NTB). Diduga ada sebuah pabrik PCC di NTB karena rencananya bahan baku PCC asal Tiongkok itu dikirim ke provinsi tersebut.


    Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan, jumlah bahan baku yang diamankan Kepolisian Timor Leste bukan 150 ton, melainkan 162 ton. Semua bahan itu dibawa menuju ke NTB, namun mampu digagalkan di Timor Leste. ”Jumlah bahan baku sebanyak itu, tidak mungkin hanya untuk Timor Leste,” terangnya.


    PCC juga tidak mungkin untuk diedarkan ke Australia, karena di negara kangguru itu bukan pasaran PCC. Karena itu sangat besar kemungkinan memang Indonesia menjadi target. ”Jelas, kami kejar mereka, ada gak pabrik PCC di sana,” paparnya kemarin.


    Jalur penyelundupan dari bahan baku PCC ini tergolong aneh. Pasalnya, pengiriman dari Tiongkok menuju Singapura. Setelah itu langsung menuju ke Timor Leste. Jalur laut biasanya, malah menuju ke Jakarta, Semarang atau Surabaya. ”Ini langsung saja ke Timor Leste,” ungkapnya.


    Kemungkinan anehnya jalur yang ditempuh ini memang untuk menyamarkan pengiriman. Dia menjelaskan, tentunya agar tidak ditangkap aparat Indonesia. ”Mengindar mereka,” ujarnya.


    Yang pasti, BNN berupaya untuk membongkar adanya sindikat PCC. Obat keras ini selama ini menyasar remaja, karena itu sangat berbahaya bagi generasi bangsa. ”Kelasnya beda dengan sabu yang menengah, ini anak-anak yang jadi targt. Maka, harus serius untuk melindungi generasi kita,” paparnya.


    Selain itu, kemarin pemerintah Timor Leste juga meminta bantuan BNN untuk memeriksa bahan baku PCC yang telah disita. ”Mereka belum memiliki laboratoriumnya, kami bantu,” ujarnya.


    Setidaknya ada 12 bahan baku yang diperiksa untuk diketahui jenisnya dan dampaknya. Menurutnya, uji laboratorium masih dilakukan, belum diketahui dengan pasti apa saja samplenya. ”Nanti menunggu hasil,” ungkap jenderal berbintang dua tersebut.

    Menurutnya, selama ini bahan baku PCC memang banyak diselundupkan. Sebelumnya, ada juga berton-ton bahan baku PCC yang berhasil diungkap di Kepulauan Riau. ”Kita akan deteksi terus,” tegasnya. (idr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top