BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Sabtu, 17 Februari 2018

    Balita di Solo Disekap dalam Kamar Wisma

    DOKUMEN PRIBADI/RADAR SOLO
    SOLO – Suara tangisan bocah dari salah satu kamar membuat heran pengelola wisma Wismantara Jalan R.M Said No. 91, Kecamatan Banjarsari, Jumat (16/2/2018). Sebab, selama 24 jam terakhir, tidak ada tamu yang membawa anak kecil.

    Setelah diintip ke dalam kamar, kondisi bocah yang belakangan diketahui berinisial P umur empat tahun itu memprihatinkan. Dia seorang diri duduk di dipan dengan kaki dan tangan terikat tali rafia.

    Pengelola wisma Joko Prakoso menuturkan, suara tangisan P terdengar sekitar pukul 12.00. Setelah dicari, sumber suara berasal dari kamar nomor 11. Joko dan pegawai wisma lainnya berusaha menolong bocah tersebut. Tapi, pintu kamar dalam posisi terkunci dari luar. Akhirnya diputuskan untuk mendobraknya.

    “Tangan dan kakinya diikat. Lakban di mulut sudah lepas. Terlimat masih menggantung di lehernya,” jelas Joko.

    Ikatan tali rafia pada tangan dan kaki P cukup kuat hingga menimbulkan luka gores. Bocah laki-laki itu juga tidak bisa banyak bergerak. Hanya menangis di atas dipan. Kali pertama ditemukan, P mengenakan kaus orang dewasa warna abu-abu.

    “Saya perhatikan ada beberapa bekas luka di tubuhnya. Seperti ada lebam-lebam dan luka gores di wajah yang mulai sembuh,” imbuh Joko.

    Keberadaan balita tersebut membuat geger seluruh pengelola wisma. Sebab, seingat Joko, pihaknya tak ada tamu balita. Buku tamu segera dicek. Diketahui bahwa tamu di kamar 11 tersebut sudah menginap selama empat hari lalu. Yakni atas nama KB, 62, warga Tambora, Jakarta Selatan.

    “Rombongan hanya tiga orang pria dewasa (umur sekitar 40 tahun, Red) dan seorang wanita paro baya (umur sekitar 60 tahun). Tidak ada anak kecilnya,” ungkapnya.
    Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Banjarsari. Tak lama kemudian, penyewa kamar nomor 11 tiba di wiswa sekitar pukul 14.00 menggunakan jasa taksi online dan sempat berdialog dengan pengelola wisma.

    “Saya tanya (penyewa kamar, Red), katanya anak ini ponakannya yang kelainan jiwa. Saya pikir alasannya kurang masuk akal. Kami takut kalau ada apa-apa, makanya langsung bel (telepon, Red) polisi. Selang 10 menit polisi datang. (Penyewa kamar dan P, Red) langsung dibawa ke polsek,” tutur Joko.
    Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut. Yakni dengan memeriksa keluarga serta saksi-saksi lainnya. (ves/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top