Honda GTR

  • Berita Terkini

    Senin, 19 Februari 2018

    14 Parpol Siap Ikuti Pemilu 2019

    JAKARTA – Setelah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019, 14 partai politik (Parpol) secara resmi mendapatkan nomor urut. Ada yang sesuai harapan, tapi ada pula yang tidak sama dengan keinginan. Namun, mereka sepakat akan mengikuti pesta demokrasi secara sportif dan mengedepankan kepentingan rakyat.



    Pengundian dan penetapan nomor urut partai dilaksanakan di ruang sidang utama lantai dua kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol. Semua partai yang dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu ikut hadir. Ketua umum partai pun langsung turun. Seperti Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Dua ketua umum, yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak hadir.


    SBY diwakili putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Sedangkan Surya Paloh diwakili Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate.Ketua umum empat partai lokal Provinsi Aceh juga ikut hadir mengambil nomor urut. Yaitu, Partai Aceh, Partai Daerah Aceh, Partai Sira, dan Partai Nanggroe Aceh.

    Para kader dan pendukung partai memadati Jalan Imam Bonjol. Mereka membawa berbagai atribut. Bahkan, ada yang membawa Reog Ponorogo lengkap dengan alat musiknya. Teriakan yel dukungan terus berkumandang.


    Untuk meramaikan pengundian nomor urut, beberapa pengurus partai mengenakan baju dan pernak-pernik budaya lokal. Muhaimin Iskandar misalnya, dia mengenakan topi berhias burung Cindrawasih. Sedangkan Romahurmuziy alis Romi mengenakan baju adat minang.


    Acara pengundian dimulai dengan pengambilan nomor antrean. Nomor antrean diundi sesuai dengan registrasi kehadiran partai.  Partai Garuda yang hadir paling pertama sekitar pukul 17.20 mendapatkan giliran pertama mengambil nomor antrean. Kemudian disusul Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan partai lainnya. Selanjutnya, partai maju mengambil nomor urut parpol sesuai dengan nomor antrean.


    PDIP mendapatkan nomor antrean 1, sehingga berhak mengambil nomor urut paling awal. Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengambil nomor urut yang berupa bola kaca trasnparan yang dibungkus kain putih. “Bola kaca putih transparan menandakan bahwa KPU bekerja secara transparan,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

    Dalam pengundian itu, PKB mendapatkan nomor urut 1, Partai Gerindra nomor 2, PDIP nomor 3, Partai Golkar nomor 4, Partai Nasdem nomor 5, Partai Garuda nomor 6, Partai Berkarya nomor 7, PKS nomor 8, Partai Perindo nomor 9, PPP nomor 10, PSI nomor 11, PAN nomor 12, Partai Hanura nomor 13 dan Partai Demokrat nomor 14.

    Komentar para ketua umum beragam menanggapi nomor urut yang mereka peroleh. Ketum Partai Golkar Airlangga mengatakan, nomor urut 4 yang diraih Partai Golkar mempunyai hubungan erat dengan 4 Pilar yang diinisiasi mantan Ketua MPR Alm Taufik Kiemas. Selain itu, nomor 4 juga erat dengan program partai. “Kami mohon dukungan dari rakyat,” kata dia.


    Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan, semua nomor baik. Walaupun ada yang tidak sesuai harapan, tapi akan berkah kalau disyukuri. Yang terpenting, PKS dan partai yang hadir sudah diakui sebagai partai yang berhak mengikuti pemilu. “Ada PR besar bagi para ketua umum partai,” tutur dia. Yaitu, bagaimana menjalankan fungsi partai. Fungsi agregasi, advokasi dan kaderisasi.


    Menurut dia, kepemimpinan nasional dibebankan kepada partai. Jika partai tidak bisa menjalankan fungsinya, maka sama saja belum melaksanakan amanah konstitusi. Dia pun mengajak kepada semua partai untuk menjalankan fungsi partai. “Kami mengharap dukungan dari rakyat. Ingatkan kami jika melenceng dari konstitusi,” urainya.

    Muhaimin Iskadar, Ketua Umum PKB menyatakan, KPU, DPR, pemerintahan hanyalah saran. “Tujuannya adalah Indonesia adil, makmur, dan sejahtera," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu.


    Diakhir pidatonya, Cak Imin sempat mengungkapkan pantun. "Buat apa ngaku perkasa kalau tidak bernai ke Sumatera. Buat apa berkuasa kalau tidak bikin rakyat sejahtera," ujarnya.


    Sementara itu, Prabowo Subianto menyinggung soal tugas KPU yang menurutnya berat. "Suara rakyat diwujudkan dengan kotak suara. Di pundak KPU ada tugas mulia namun berat," jelasnya. Saat keluar Ruang Sidang Utama KPU, Prabowo tidak bicara.


    Sambutan Megawati Soekarnoputri disambut riuh “Saya ini ketua umum partai terlama," katanya. Kalimat itu sempat membuat suasana rapat riuh dengan gelak tawa. Apalagi Mega sempat minta waktu lebih lama dengan alasan senioritasnya tersebut. Di akhir pidatonua, dia mengingatkan agar dalam pemilu dijauhkan dari unsur SARA yang dapat mencederai iklim berpolitik sehat.


    Sambutan yang cukup menggelitik juga datang dari Partai Hanura. Ketua umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, mengingatkan Grace Natalie ketua Partai Solidaritas Indonesia untuk tidak menggurui. "Jangan ajari bebek berenang," katanya.


    Memgenai nomor urut yang didapat partainya, OSO mengaku senang. Sebab kombinasi 1 dan 3 jika digabung seperti huruf B. "B itu berkah, bagus, baik," tuturnya.

    Soal nomor urut juga disampaikan Grace. Dia senang partai PSI dapat nomor 11. Menurutnya nomor 11 seperti layaknya kesebelasan sepakbola, semua kadernya adalah pemainnya.


    Soal nomor filosofi nomor urut juga disampaikan Partai Demokrat. Agus Yudhoyono sebagai Komandan Pemenangan Bersama Pemilu Partai Demokrat menyampaikan jika nomor 14 sesuai semboyan partainya. "Semboyan kami SIAP. Kalau S14P bisa dibaca siap," jelasnya.

    Agus yang membacakan sambutan mewakili ayahnya, Susilo Bambanh Yudhoyono. SBY tidak bisa datang karena sedang berada di luar kota. (lum/lyn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top