• Berita Terkini

    Sabtu, 20 Januari 2018

    Tak Diberi Akses, Warga Blokade Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang

    M Dhia Thufaila.
    BATANG – Seratusan warga Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Jum’at (19/1/2018) melakukan aksi blokade akses jalan pembangunan jalan tol Pemalang-Batang. Mereka menuntut PT Waskita Karya selaku penggarap proyek untuk segera merealisasikan pembuatan jalan penghubung desa.

    Kepala Desa Tragung, Wanuri menyampaikan, bahwa emosi warga masyarakat sudah tidak bisa lagi dibendung. Mereka, kata Kades, sudah kesal dengan janji janji yang telah diberikan pihak PT Waskita untuk membuatkan jalan penghubung desa.

    “Memang sudah ada pertemuan beberapa kali dengan Waskita, namun mereka hanya sebatas memberikan janji yang tak kunjung ditepati. Ada beberapa gambaran akses jalan yang mereka tawarkan, namun sampai dengan saat ini belum juga direalisasikan,” kata Kades, saat mendampingi warga dalam gelaran aksi.

    Wanuri mengatakan, sejak jalan desa milik warga diambil guna kepentingan pembuatan jalan tol. Pihak PT Waskita hanya memberikan ganti berupa jalan alternatif, yang notabene menurut warga itu belum menyelesaikan masalah. Mengingat warga masih harus memutar jalan yang lumayan jauh jaraknya.

    “Ya, baru jalan alternatif, belum dibuatkan jalan permanen. Warga meminta agar dibuatkan jalan permanen yang dihubungkan dengan menggunakan jembatan fly over. Sesuai gambaran yang telah ditawarkan oleh Waskita dua bulan lalu," tegas Wanuri.

    Diungkapkan salah seorang perwakilan warga desa setempat, Sujarwo. Ia menilai dengan adanya pembangunan jalan tol telah mengakibatkan akses jalan desa mereka terpotong. Sehingga, warga harus memutar hingga belasan kilometer untuk menjangkau ke kebun mereka.

    “Dahulu jalan desa kami dijanjikan akan tetap diberi akses, namun ternyata sejak jalan tol dibangun, jalan hilang sehingga warga terisolir dan sulit keluar. Kami menuntut agar pemerintah atau yang membangun jalan tol, membuatkan jalan untuk akses warga agar bisa akttifitas seperti biasa untuk ke ladang, belanja, sekolah, bekerja dan keperluan lainnya,“ Sujarwo.

    Sementara, perwakilan Humas PT Waskita, Ruli mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memenuhi permintaan warga. Ia meminta agar warga mengajukan tuntutan itu melalui pemerintah desa setempat lalu dilanjutkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan kemudian ke Jasa Marga.

    PT Waskita, kata dia, berjanji akan mengawal surat permohonan dari pemerintah desa agar keinginan warga dapat dikabulkan. “Oleh karenanya, kami minta pada warga bersedia membuka akses jalan agar proses pembangunan jalan tol tidak terhambat,” tandasnya. (fel)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top