• Berita Terkini

    Monday, January 1, 2018

    Sidak Awal Tahun Baru, Petugas Rutan Temukan Barang-barang Terlarang

    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen, Minggu (31/12/2017 malam, melaksanakan inpeksi mendadak (sidak) ke semua kamar tahanan dan warga binaan. Dalam sidak kali ini para petugas berhasil korek api, paku hingga silet).

    Karena sebelumnya tidak disampaikan terlebih dahulu, maka beberapa warga binaan tampak kaget dengan adanya razia tersebut. Kendati demikian, razia dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

    Tidak seperti biasanya, usai razia kali ini para warga binaan melaksanakan tahlilan bersama. Hal ini digelar sebagai bentuk perwujudan syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh yang Tuhan maha kuasa. Razia digelar mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB, dengan melibatkan 35 personil. Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kebumen Soetopo Berutu Amd IP SSos MS.

    Soetopo menyampaikan memasuki pergantian tahun baru Rutan Kebumen selalu rutin mengelar razia. Hal ini sebagaimana instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumkan melibatkan seluruh personil pengamanan dan staf Administrasi. Razia dimaksudkan agar ditemukan barang berbahaya yang potensi mengganggu  ketertiban dan keamanan seperti Narkoba, sajam serta barang berbahaya lainnya. “Razia dilaksanakan sesuai instruksi dari atas yang rutin dilaksanakan pada setiap tahun baru,” tuturnya.

    Dalam razia lanjut, Soetopo, ditemukan banyak korek api,  paku, sendok, batu dan beberapa barang lainnya, semua disita demi menjaga keamanan. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa untuk meningkatkan keamanan hal terpenting yakni menciptakan suasana yang kondusif. “Kalau suasana kondusif maka keamanan akan lebih terjaga,” paparnya.

    Suasana yang kondusif dapat tercipta manakala rasa nyaman para warga binaan terjaga, salah satunya dengan mengisi rutan sesuai kapasitas yang ada. Saat ini jumlah penghuni rutan mencapai 188 warga binaan, padahal kapasitas yang sebenarnya hanya 133. “Mudah-mudahan tidak bertambah banyak, sehingga kenyamanan lebih terjaga,” jelasnya.

    Beberapa hal untuk selalu meningkatkan kenyamanan juga selalu dilaksanakan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan religius dan kekeluargaan. Dengan adanya dua pendekatan tersebut maka tercipta kenyamanan yang berujung pada meningkatnya keamanan. "Selama ini pendekatan humanis dan kekeluargaan membuat warga binaan dapat dikontrol dengan baik," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top