• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Senin, 15 Januari 2018

    Saka Bhayangkara Kutowinangun Punguti Sampah Pasar

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia merupakan darma kedua, bagi para anggota Praja Muda Karana (Pramaka). Implementasinya, para anggota pramuka harus menjaga alam dan juga mencintai sesama. Hal itu salah satunya dilaksanakan oleh Saka Bhayangkara Pangkalan Polsek Kutowinangun dengan bergerak untuk melaksanakan bersih lingkungan.

    Kegiatan bakti sosial bersih lingkungan dengan cara memungut sampah di area Pasar Kutowinangun itu, dilaksanakan setelah 60 anggota Saka Bahayangkara melaksanakan pelatihan. Adapun penggembelengan para anggota tersebut dilaksanakan hselama dua hari, Sabtu-Minggu (13-14/1/2018).

    Dalam waktu dua hari para anggota Saka Bhayangkara Pangkalan Polsek Kutowinangun mendapatkan banyak gemblengan. Adapun beberapa  meteri yang didapat selama pelatihan yakni Krida Bencana, Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), Krida Tibmas, Krida Lantas serta Pelatihan Tongkat. “Usai mengikuti semua pelatihan yang ada para angggota Saka Bhayangkara Pangkalan Polsek Kutowinangun menggelar aksi bersih Pasar Kutowinangun,” tutur Kapolsek Kutowinangun AKP Rudjito SH.

    Dijelaskannya, para anggota Saka Bhayangkara merupakan para siswa SLTA baik Negeri maupun swasta disekitar Kutowinangun. Para anggota Saka Bhayangkara merupakan siswa usia labil yang harus mendapatkan bimbingan dan wadah untuk aktualisasi diri. “Pramuka merupakan wadah terbaik untuk para siswa. Pramuka telah terbukti merupakan organisasi pengkaderan terbaik,” jelasnya.

    Dasa Darma lanjut AKP Rudjito, menjadi dasar bagi moral dan watak para anggota Pramuka. Dengan Dasa Darma para anggota Pramuka dapat mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Dasa Darma bukan hanya teks, yang hanya dibaca saat ada kegiatan pramuka. Dasa Darma harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.

    Dengan melaksanakan kegiatan pungut sampah, kata AKP Rudjito merupakan bagian dari pengamalam Dasa Darma Pramuka yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran alam. Adanya pencemaran selain mengganggu alam juga dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat merugikan manusia. “Sekilas tampak kegiatan tampak sederhana, namun hal itu  mengandung nilai filosofis yang dalam. Dengan membudayakan membuang sampah ada tempatnya, akan membuat perubahan yang sangat besar, baik untuk alam  maupun manusia,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top