• Berita Terkini

    Sunday, January 21, 2018

    Ratem, Buruh Tani yang Meninggal Tertimpa Pohon Upahnya Rp 25 Ribu Perhari

    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah di Dukuh Pletut, Semampir RT 03 Rw 03 Desa Selogiri Kecamatan Karanggayam, Minggu (21/1/2018). Itulah rumah Ratem (45), perempuan buruh tani yang meninggal setelah tertimpa pohon pinus, Jumat (19/1/2018) lalu.

    Supyanto (50), menjadi orang yang paling kehilangan atas meninggalnya Ratem. Maklum, dia adalah suami almarhumah. Ditemui di rumahnya, Minggu sore (21/1), Supyanto mengungkapkan kesedihannya sepeninggal istrinya itu.

    Almarhumah dikenal sebagai seorang yang ulet dan pekerja keras. Ratem bahkan pantang pulang sebelum pekerjaannya selesai. Namun di saat bersamaan, almarhumah tak pernah melalaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

    Baca juga:
    (Angin Puting Beliung Makan Korban Jiwa Warga Karanggayam)


    Kerja keras membanting tulang harus dilakukan Ratem. Apalagi, Supyanto sekarang sering berada di rumah akibat kondisi fisiknya sakit-sakitan sejak akhir 2017. Sementara, keluarga itu harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

    "Upah sebagai buruh istri saya Rp 25 ribu perhari," kata Supyanto tak dapat menahan kesedihan.

    Seperti diberitakan, Ratem meninggal setelah tertimpa pohon pinus menyusul hujan deras disertai angin kencang yang meladnda wilayah setempat, Jumat siang (19/1/2018).

    Kendati sempat mendapat pertolongan warga, nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan ke rumah.  Saat kejadian, korban bersama Saminem (40), sesama buruh. Namun, Saminem selamat dari kejadian tersebut meski sempat terkena ranting pohon yang menimpa korban.


    Baca juga:
    (Jalan Buruk, Perempuan ini Lahirkan Bayinya di Atas Truk)


    Kabid Kedarurataan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin melalui Bako Humas Heri Purwoto mengatakan, pihaknya bersama pihak terkait telah memberikan bantuan sosial untuk keluarga korban. Selain itu, pohon pinus yang roboh juga telah disingkirkan.

    Selogiri dikenal sebagai wilayah Kebumen yang masuk golongan terpencil. Lokasinya berada di perbataasan Kebumen - Banjarnegara. Sehari-hari, warga setempat banyak yang berprofesi buruh tani atau penderes karet perhutani. Karena kondisinya itu, banyak warga setempat terutama generasi muda pilih merantau ke luar kota. (saefur/cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top