• Berita Terkini

    Friday, January 12, 2018

    Pulang Cepat dan Bantu Orang Tua, Alasan Siswa di Kebumen Manjat Angkot


    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sebagian siswa di Kecamatan Karangsambung, rela mempertaruhkan keselamatan mereka dengan memanjat atap angkutan umum saat sekolah. Apa alasan bocah-bocah itu?

    Rifqi (15), salah satu siswa ditemui Jumat (12/1/2018), mengatakan, mereka melakukannya karena di dalam angkutan sudah penuh terisi. Padahal, di saat yang sama, dia ingin cepat sampai di rumah. "Rumah saya jauh Mas. Di dalam sudah penuh. Terpaksa naik di atas dari pada sampai rumah sore," kata remaja tanggung yang duduk di kelas 9 SMPN 1 Karangsambung tersebut.

    Menurut dia, pulang cepat dan tiba di rumah sebelum sore juga membuat mereka bisa membantu pekerjaan orang tua mereka di rumah. "Saya juga harus mbantu bapak di rumah," katanya diamini Arif (14), siswa lain.

    Apakah mereka tidak merasa takut naik angkutan umum dengan cara seperti itu? Padahal, bila tidak hati-hati mereka bisa saja terjatuh. Mengingat medan jalan yang naik turun belum ranting pohon yang terkadang menjorok ke jalan. "Sudah terbiasa, malah asik naik di atas kena angin," ujar Rifqi dengan santai.

    Terpisah, salah satu guru di SMP N 1 Karangsmabung, Dian Arianto, mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menegur siswanya yang naik di atas atap angkutan. Namun, lagi-lagi, teguran tersebut tak dihiraukan oleh para siswa. "Kami sudah sering menegur tapi anak - anak tetap ngeyel," katanya.

    Padahal, kecelakaan bukan tak pernah terjadi. Insiden siswa jatuh dari angkutan hingga menyebabkan anggota tubuhnya terkilir, bukan cerita baru. "Belum lama ini siswa kami tidak bisa mengikuti Tes semesteran karena jatuh dari angkutan yang membuat cedera bagian tangan," ujar Dian kepada Kebumen Ekspres.

    Dian berharap kejadian yang menimpa siswanya tek terulang lagi. Di saat bersamaan, Dian berharap awak angkutan memberikan teguran tegas untuk melarang anak sekolah naik di atas atap angkutan. "Sopir angkutan harus tegas. Jangan memberikan tangga untuk naik ke atas atap angkutan," katanya. (saefur)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top