• Berita Terkini

    Thursday, January 4, 2018

    Pelajar SMA Obrak-abrik Website Pemkot Solo

    DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO
    SOLO – Laman resmi milik pemkot belum memiliki tingkat keamanan bagus. Terbukti,  selama 2017, website www.surakarta.go.id sudah diretas sebanyak tiga kali. Si hacker diduga masih usia SMA.

    Peretasan website pemkot kali terakhir terjadi Desember 2017. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) memerlukan waktu dua hari untuk mengendalikan kondisi laman seperti semula.

    “Yang terakhir itu memang yang paling parah. Hacker menyerang sistem pelayanan kelurahan. Jadi semua layanan kelurahan saat itu tidak dapat dipakai. Harus dilakukan manual,” ujar Kasi Infrastruktur Diskominfo SP Surakarta Taufan Redina, Kamis (4/1/2018).

    Karena dianggap mengganggu kinerja pelayanan publik, akhirnya pemkot berkoordinasi dengan Polresta Surakarta untuk mencari identitas peretas. Hasilnya diketahui si peretas baru berusia 17 tahun atau masih berstatus murid SMA di luar Kota Solo.

    Setelah ditemukan identitas pelaku, pemkot berencana menempuh upaya hukum. Namun, niat tersebut urung dilakukan. “Karena kalau usianya masih 17 tahun, hukumannya hanya dibina seminggu terus dilepas,” kata Taufan.

    Website resmi pemkot, lanjut Taufan, sebenarnya masih cukup kuat bertahan dari aksi peretasan. Hanya saja, tidak seluruh aplikasi dikembangkan oleh diskominfo SP. Artinya, laman buatan dinas lain masih dapat dibobol. Di antaranya aplikasi kelurahan.

    Sedangkan aplikasi yang dibuat diskominfo SP, Taufan menjamin  tidak dapat diterobos peretas. “Ibaratnya kan kita di satu rumah besar. Pintu kita sudah ditutup dan dikunci rapat. Tetapi ada pintu lain yang masih bisa dijaga. Makanya kita sekarang bertugas mengidentifikasi potensi-potensi peretasan,” beber dia.
    Kepala Diskominfo SP Sri Wardhani Poerbowidojo mengatakan, peningkatan pengamanan data di pemkot akan dilakukan mulai tahun ini. Itu guna memberikan jaminan keamanan terhadap sistem dan aplikasi yang dikembangkan oleh diskominfo dan dinas-dinas lain.

    “Apalagi sekarang setiap dinas sedang mengembangkan sistem kerja berbasis elektronik. Banyak yang sudah menggunakan aplikasi-aplikasi dalam pelayanan,” tuturnya. (irw/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top