• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 17 Januari 2018

    Mengenal "Sketsa Pulang Kerja", Komunitas Profesional Muda di Semarang

    ISTIMEWA
    Kembangkan Hobi Sekaligus Ajang Silaturahmi

    Menjalani hobi diyakini memiliki dampak yang cukup positif dalam menyegarkan pikiran. Kini, tak sedikit yang meluangkan waktu untuk kembali mengembangkan hobi. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah profesional muda dalam kegiatan yang dinamai Sketsa Pulang Kerja. Seperti apa?
    --------------------
    NURUL PRATIDINA
    --------------------

    SEJUMLAH karya senirupa berupa sketsa, lukisan cat air, doodle, hingga menggambar ilustrasi menggunakan bantuan aplikasi dihasilkan dari sejumlah kalangan profesional muda yang tergabung dalam Sketsa Pulang Kerja, pada Rabu malam, baru-baru ini.

    Ya, berawal dari obrolan sesama rekan eks satu SMA, Ardella Trastiana Dewi, Widiya Dayu Maharani dan Yasinta Putrianti Darajati memiliki ide untuk silaturahmi, kumpul-kumpul, namun tetap diisi dengan kegiatan yang positif.

    “Karena dari SMA kami suka menggambar. Makanya, saat telah bekerja dan kembali bertemu di Semarang, kami berpikir kenapa nggak lanjutin lagi aja hobi kami. Dari situ, seminggu sekali kami bertemu. Karena sepulang kerja, maka kegiatannya dinamakan Sketsa Pulang Kerja,” ujar Ardella.

    Tak lama berjalan, kegiatan tersebut juga diworo-woro ke grup Whatsapp yang berisi rekan-rekan mantan satu sekolah. Respon yang didapat ternyata cukup positif. Beberapa rekan yang hobi menggambar ataupun yang menikmati karya senirupa atau sekedar kangen ingin bersilaturahmi juga turut hadir.

    “Saat datang ada yang juga bawa teman. Sehingga lebih luas, nggak sebatas teman SMA dulu saja. Untuk alirannya pun beragam, ada yang suka bikin sketsa, doodling, sekedar mewarnai, hingga memainkan corel juga nggak masalah. Yang penting datang, silaturahmi, corat-cerot dan happy,” ujar perempuan yang akrab disapa Della ini.
    Karena tujuan awal untuk melepas penat, maka mereka yang hadir dalam kegiatan tersebut juga tidak disyaratkan untuk memiliki keahlian menggambar secara profesional. Melalui hal tersebut pula, diharapkan para pemula yang ingin mengasah keterampilan mereka dan mencari sesama penghobi dunia senirupa, tak perlu khawatir untuk bergabung.

    “Kalau baru-baru gitu, mau gabung dengan para profesional, kadang agak ngeper juga. Di sini beragam, jadi kalau masih awal dan ingin mencoba dan mengasah keterampilan, ya tidak perlu ragu,” ujar alumnus Universitas Diponegoro ini.

    Agar sedikit lebih menantang, tiap minggu biasanya ditentukan tema tertentu. Mulai dari memvisualisasikan lagu dangdut, kastil, halloween, hingga ungkapan hati. Begitu juga dengan lokasi pertemuan yang berpindah-pindah tiap minggunya. “Karena seringnya kami ngumpul di coffee shop, jadi maksimal ya paling 10 orang. Kecuali tempat berkumpulnya lebih luas,” ujarnya.

    Meski berawal dari iseng-iseng, beberapa dari mereka juga pernah menekuni jasa lukis sepatu, kemudian menggali kreativitas dengan membuat artwork untuk kado istimewa hingga mapping ilustrasi.

    “Ke depan, kami inginnya juga ada kolaborasi dengan sesama rekan lain yang juga memiliki minat sama atau minat lain yang memang bisa dikolaborasikan dengan hobi kami ini,” ujarnya. (*/ida)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top