• Berita Terkini

    Monday, January 8, 2018

    Kebanjiran, Petani Urut Sewu Gagal Panen

    fotocahyo/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Banjir di wilayah selatan Kebumen mulai surut, Senin (8/1/2018). Namun, dampaknya masih terasa. Salah satunya bagi para petani di wilayah selatan Kebumen (urut sewu) yang tengah resah karena mengalami gagal panen.

    Ini setelah tanaman mereka layu karena terlalu lama terendam banjir. Areal pertanian yang terendam banjir ini terlihat di Kecamatan Ambal, Buluspesantren, Klirong hingga Puring. Daripada menanggung kerugian lebih besar, sebagian memilih panen dini.

    Suparmin (50), warga Desa Petangkuran, Ambal, ini salah satunya. Suparmin yang ditemui, Senin (8/1/2018), mengatakan hujan telah membuat tanaman singkongnya tak "tertolong".  Panen dini membuat harga singkongnya lebih rendah dari harga standar namun menghindarkan mereka dari kerugian lebih besar tidak panen sama sekali.

    "Harusnya satu bulan lagi baru panen. Tapi karena kebanjiran, saya panen sekarang. Harganya saat ini hanya Rp 1000 perkilogram," ujarnya.

    Suparmin hanya satu dari ribuan petani lain di wilayah urut sewu yang menjadi korban banjir menyusul hujan deras di wilayah Kebumen dari Kamis-Minggu (4-6 Januari 2018). Suparmin masih "beruntung". Sebab bagi petani lain yang menanam cabe, pepaya dan jenis hortikulura lain malah gagal panen sama sekali karena tanaman mereka mati.

    Seniman, petani lain mengungkapkan, di Petangkuran saja, ada 50 hektar lahan yang mengalami gagal panen akibat banjir. Mereka hanya bisa pasrah. Namun demikian, Seniman yang merupakan salah satu anggota relawan penanggulangan bencana Kebumen itu masih berharap ada kepedulian Pemkab.

    "Setahu saya ada anggaran Rp 10 miliar untuk penanggulangan bencana," ujarnya.

    Bantuan pemerintah, sekecil apapun, sangat membantu. Mengingat, pada tahun sebelumnya mereka sudah mengalami gagal panen akibat banjir. "Bagi petani cabai, tahun ini diharapkan dapat mengembalikan kerugian tahun sebelumnya. Tapi malah mengulang kegagalan tahun lalu," ujarnya. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top