• Berita Terkini

    Tuesday, January 2, 2018

    Jalan di Muktisari Dipenuhi Lilin di Malam Tahun Baru

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Di malam Tahun Baru 2018 ini, Remaja Islam Mushola Darussalam (RIMDa) yang berada di Dukuh Kentheng Desa Muktisari Kebumen memperingati dengan menyalakan lilin di sepanjang jalan. Adanya kegiatan tersebut menjadi pengalaman dan kesan tersendiri bagi masyarakat, Minggu (31/12/2017).

    Suasana unik pun terlihat di sepanjang jalan yang terdapat lilin. Kegelapan malam yang pekat, dihiasi dengan banyaknya cahaya lilin kecil, membuat suasana menjadi sangat harmonis. Bukan hanya lilin saja, tepat pukul 00.00 WIB, pesta kembang api dan maraknya suara terompet juga semakin memeriahkan malam pergantian tahun 2017-2018. Semarak cahaya lilin membuat beberapa muda-mudi memilih untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera hand phone.

    Ketua RIMDa Aziz menyampaikan, kegiatan  yang dilaksanakan menunjukkan bahwa remaja masjid bukan hanya peduli pada urusan kegiatan keagamaan semata. Beberapa kegiatan lainnya seperti kegiatan kebangsaan juga tak luput dari pantauan RIMda. “Meski sederhana, namun kegiatan ini sangat meriah,” tuturnya.

    Aziz menyampaikan adanya pergantian tahun semoga menjadi awal yang baik. Semua kegiatan positif akan dapat terlaksana manakala semua anggota RIMDa saling kompak dan mendukung satu sama lain. Kekompakan akan menjadi kekuatan yang besar untuk menyelesaikan semua visi dan misi organisasi. “Di tahun yang  baru semoga meningkatkan semangat baru untuk terus melaksanakan kegiatan positif,” paparnya.

    Untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan, ternyata RIMDa mempunyai cara tersendiri yakni mengajak semua anggota makan bersama. Hal itu dilaksanakan bukan menggunakan piring melainkan nasi diletakkan beralaskan daun pisang dimakan secara beramai-ramai. “Bagi kami hal itu menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan,”jelasnya.


    Aziz juga menambahkan, semua anggaran untuk kegiatan  peringatan malam tahun baru meliputi peralatan dan makanan ditanggung secara swadaya oleh anggota RIMDa. Beberapa anggota yang mempunyai rizqi lebih menyumbang untuk kegiatan ini. “Kami tidak ingin membebani orang tua apalagi pemerintah, untuk itu semua ini kami laksanakan dengan swadaya agar dapat belajar mandiri,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top