• Berita Terkini

    Jumat, 12 Januari 2018

    DAK Tak Cair, Kampung Pelangi Magelang Terancam Batal

    foto : wiwid arif/magelang ekspres
    MAGELANG SELATAN - Warga Kota Magelang harus menunda keinginan mereka untuk dapat melihat pemandangan Kampung Pelangi yang diwacanakan berada di Kampung Tejosari, Magersari, Magelang Selatan tahun ini. Pasalnya, dana yang diusulkan Pemkot Magelang kepada Pemerintah Pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) ditolak.

    Kepala Dinas Pemuda Olahragan dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Jarwadi mengatakan, pada tahun 2016 lalu pihaknya sudah mengusulkan agar Kota Magelang mendapat DAK untuk pembuatan Kampung Pelangi.

    ”Tetapi sudah ada konfirmasi bahwa dana itu tidak akan direalisasikan. Tahun ini kemungkinan tidak bisa dibangun (Kampung Pelangi),” kata Jarwadi saat ditemui usai menghadiri kunjungan Komisi V DPR RI, di Pendopo Pengabdian kompleks Rumah Dinas Walikota Magelang, Kamis (11/1).

    Ia menjelaskan jika tanpa dana bantuan dari pemerintah pusat, maka akan sangat sulit untuk mewujudkan rencana tersebut. Terlebih APBD sangat tidak memungkinkan untuk meng-cover Kampung Pelangi.

    ”APBD tidak mungkin buat kayak gitu. Kami masih akan kaji dulu dengan stakeholder terkait. Yang jelas untuk Kampung Pelangi kemungkinan besar dipending,” jelasnya.

    Satu-satunya peluang jika Kampung Pelangi akan dibangun tahun ini adalah bantuan sponsor atau CSR. Hal ini pula yang tengah digodok pihaknya untuk semakin mengintensifkan kerja sama dengan para pengusaha di Kota Sejuta Bunga.

    ”Yang paling berpeluang itu menggandeng dengan pihak ketiga. Setelah ini kami akan temukan para pengusaha. Saya harap ada yang sepakat dan tertarik andil dalam menjalankan rencana Kampung Pelangi ini,” tandasnya.

    Meski demikian, Jarwadi menuturkan bahwa terkait Kampung Pelangi sebenarnya tidak menjadi hal yang krusial. Sebab, jika terpaksanya tidak terealisasi tahun ini, ia memprediksi tingkat kunjungan wisata tahun 2018 tetap akan naik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena mulai awal tahun beberapa wahana wisata baru akan digarap. Di antaranya Gardu Pandang di Gunung Tidar, Monumen Tanah Air Persatuan, Air Mancur Alun-alun, dan wahana tambahan lain di kompleks Taman Kyai Langgeng.

    ”Kampung Pelangi tetap menjadi gagasan, tetapi kalaupun tidak, tingkat kunjungan kami prediksi tetap akan tinggi. Apalagi ditunjang keberadaan Stadion Moch Soebroto yang dijadikan markas sementara klub Liga 1, pasti juga akan berpengaruh,” ucapnya.

    Ia menjelaskan bahwa pertandingan Liga 1 yang akan mendatangkan klub-klub elit sepakbola Indonesia tentu akan menambah animo masyarakat luar datang ke Kota Magelang. Dukungan lainnya adalah lengkapnya fasilitas publik yang kini terdapat di setiap sudut.

    ”Belum lagi agenda tahunan yang akan kita gelar seperti perayaan ulang tahun Kota Magelang, agenda kesenian tingakat kelurahan, olahraga, dan aspek lain yang dapat meningkatkan tingkat wisatawan di Kota Magelang,” ujarnya.

    Sebenarnya rencana pengadaan Kampung Pelangi di Kampung Tejosari sudah diwacanakan sejak 2016 silam. Kala itu Pemkot Magelang tertarik dengan konsep kampung pelangi seperti di Semarang dan Malang, Jawa Timur.

    Jarwadi menuturkan bahwa konsep Kampung Wisata diwujudkan untuk menambah daya tarik di kawasan Gunung Tidar. Kampung Pelangi, katanya, berbentuk bangunan rumah dengan cat warna-warni menyerupai warna pelangi. (wid)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top