Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Rabu, 17 Januari 2018

    Curah Hujan Tinggi, Perternak Ayam di Purworejo Merugi

    PURWOREJO- Tingginya curah hujan berdampak buruk pada usaha ayam pedaging. Peternak mengaku mengalami penurunan produktifitas usahanya. Banyak dari ayam ternak mereka yang mati pada usia dewasa. Penyebabnya amoniak kotoran dibawah kandang yang tidak terurai maksimal.

    Salah satu pengusaha ayam pedaging, Ahmad Najib (30), warga Desa Seren, Kecamatan Gebang, menuturkan, produksi hasil panen periode kali ini mengalami penurunan cukup signifikan. Hal itu disebabkan, banyaknya kematian ayam ternak. Selain itu adanya tambahan biaya perawatan berupa obat-obatan pencegah penyakit.

    "Panenan periode kali ini turun cukup drastis. Banyak ayam yang mati, segala upaya pencegahan yang dilakukan sia-sia. Sepertinya karena curah hujan yang tinggi, jadi ayam mudah terserang penyakit," ucapnya, kemarin.

    Dikatakan, dari populasi ayam ternak sebanyak 2000 ekor kematianya mencapai lebih dari 10 persen. Berat ayam memasuki usia panen juga dibawah standar. Ayam ukuran besar rata-rata beratnya hanya 21 kilogram, dimana ukuran standar seberat 24 kilogram. Kerugian peternak, bertambah lantaran harga ayam sedang tinggi-tingginya.

    "Harga ayam sedang tinggi, tapi hasil produksi malah turun. Terang saja kami sangat merugi. Dipasaran harga ayam per kilonya mencapai Rp. 35 ribu," ucapnya.

    Peternak lainnya, Cipta (40) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Bener, mengalami hal yang sama. Ditempatnya, ayam ternak bahkan mengalami kematian di usia muda. Puluhan ayam mati karena terserang penyakit Coli yang menyerang jantung dan hati.

    "Sudah sulit diatasi kalau terserang penyakit Coli. Hampir 10 persen ayam mati mendadak. Saya rugi puluhan juta, karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi usaha ternak," tandasnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top