• Berita Terkini

    Wednesday, January 10, 2018

    Budidaya Lele Sistem Bioflok Mulai Dilirik

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Selama ini pakan menjadi kendala utama dalam budidaya ikan lele. Pakan dengan harga murah dan berkualitas menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya ikan lele. Budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok menjadi jawaban atas mahalnya harga pakan.

    Bukan hanya menekan biaya pakan saja, sistem bioflok juga mampu meningkatkan kekebalan lele dari serangan hama penyakit. Sistem tersebut juga membuat pertumbuhan ikan lele lebih merata. Dengan demikian maka tidak ada lagi ikan yang terlalu tumbuh terlalu besar dan terlalu kecil.

    Di beberapa daerah sistem bioflok sendiri telah banyak dilakukan. Namun di Kebumen sendiri, saat ini sistem tersebut baru mulai dilirik. Sistem bioflok sendiri juga menjadi solusi bagi para pembudidaya ikan lele yang mempunyai ketebatasan lahan.

    Salah budidaya ikan lele yang telah menggunakan sistem bioflok yakni Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Pesona yang berada di Warga RT 3 RW 2 Desa Jatimulyo Kecamatan Alian. Dengan menggunakan sistem tersebut diharapkan dapat menjadi trobosan bagi para pembudidaya ikan lele di Kebumen.

    Ketua Pokdakan Mina Pesona Wachidun Kusniyanto (44) menyampaikan sistem Bioflok sendiri berasal dari bio yang artinya kehidupan, dan floc yang mempunyai makna gumpalan. Untuk itu bioflok didefinisikan sebagai bahan organik hidup yang menyatu menjadi gumpalan-gumpalan. “Dalam hal ini dilaksanakan perubahan dari limbah ternak lele menjadi pakan,” tuturnya, Rabu (10/1/2018).

    Dijelaskannya, budidaya menggunakan lele sistem bioflok yakni memanfaatkan mikroorganisme yang akan mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Dengan menumbuhkan mikroorganisme, maka limbah budidaya ikan lele akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau yang disebut dengan flok. Nah gumpalan-gumpalan tersebut terdiri dari berbagai mikroorganisme air yang akan menjadi makanan alami bagi ikan lele. “Proses ini dilaksanakan dengan penumbuhan mikroorganisme dengan cara memberikan kultur bakteri dan memasang aeratoer yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam,” jelasnya.

    Budidaya lele menggunakan sistem bioflok dilaksanakan menggunakan kolam bundar. Sistem ini sangat praktis, hemat lokasi, hemat air, padat tebar tinggi dan ada unsur seni. Kolam bundar dibuat dengan diameter 2 meter dan tinggi 110 centimeter. Meski termasuk kecil namun data tampung kolam tersebut mampu diisi dengan 2.000 hingga 3.000 ekor ikan lele. “Kami akan terus melaksanakan trobosan-trobosan dan inovasi untuk meningkatkan hasil para pembudidaya ikan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top