• Berita Terkini

    Thursday, January 11, 2018

    Banjir Jepara Rendam Sekolah Robohkan Rumah

    PURWANDONO FOR RADAR KUDUS
    JEPARA – Banjir, longsor, dan rumah longsor terjadi di Kabupaten Jepara kemarin pagi (11/1/2018). Hal itu ditengarai akibat adanya hujan deras yang mengguyur sejak dini hari.

    Tempat yang terkena dampak paling parah di kompleks SMKN 1 Batealit. Sejak pukul 05.00 sekolah tersebut tergenang air. Namun, sekitar pukul 06.00 banjir sudah surut. Hanya saja, kelas tak bisa digunakan karena terkena endapan lumpur.

    Waka Kesiswaan SMKN 1 Batealit Purwandono mengatakan, ada sembilan kelas dan empat laboratorium yang terkena dampak. Selain menyebabkan genangan, banjir membuat tembok ruang PKJ jebol. Ada pula pagar yang roboh. ”Genangan sekitar 50 cm,” ujarnya.

    Banjir tersebut berasal dari luapan Kali Mati di sekitar sekolah. ”Selain karena hujan deras, diduga akibat pengembangan proyek perumahan di samping sekolah yang tidak memperhitungkan konstruksi lahan yang berdekatan dengan sekolah,” tuturnya.

    Hujan deras juga menyebabkan puluhan hektare sawah di Desa Bondo terendam banjir. Salah satu warga RT 1 RW 4, Desa Bondo, Priyo mengatakan, dua tanggul sungai menuju wilayah area persawahan jebol. Karena tidak dapat menampung derasnya air hujan. Akibatnya, air masuk ke lokasi persawahan petani.
    Priyo menyampaikan, ada sekitar 20 hingga 30 hektare sawah petani yang terendam banjir. Tanaman padi yang terdampak sendiri rata-rata berusia dua sampai tiga pekan. ”Jadi jika terkena banjir akan ikut terbawa oleh air,” urainya.

    Kepala BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno melalui salah satu petugas Pisdalops BPBD Rizki mengatakan, hujan juga menyebabkan hampir semua sungai di Jepara naik debit airnya. Selain itu, terjadi pula longsor dan rumah roboh.

    Longsor menimpa rumah Suminah, warga RT 31 RW 5, Dukuh Ngrebu, Desa Tanjung.  ”Tebing setinggi 7 hingga 10 meter longsor dan menimpa rumah Suminah. Menimpa dinding rumah hingga jebol,” ujarnya.

    Selain itu, longsor terjadi di RT 4 RW 5, Dukuh Tulaksoro, Desa Bategede. Longsor yang terjadi sekitar pukul 04.00 tersebut menyebabkan bagian dapur rumah milik Naskun rusak.

    Tak hanya itu, Rizki menambahkan juga terjadi bencana rumah roboh milik Sukerno, warga RT 3 RW 9, Dukuh Kauman, Desa Bangsri. ”Beruntung semuanya tidak ada korban jiwa,” urainya.

    Untuk mengatasi bencana tersebut, para relawan sudah turun ke lokasi. ”Bersama masyarakat setempat membersihkan sisa longsoran,” jelasnya.
    Sementara itu, di debit air hampir di semua sungai naik. Di wilayah kota, sungai yang paling tampak mengalami kenaikan debit air yakni Kali Kanal. Petugas bendung harus membuka pintu air agar aliran Kali Kanal kembali normal dan tidak meluap.

    Kenaikan debit air yang masuk ke Bendung Bapangan mulai mengalami kenaikan sejak pukul 06.00. Sekitar pukul 07.00  petugas memutuskan membuka pintu air. Sehingga aliran air tidak hanya mengalir ke Kali Kanal, tetapi terbagi ke Kali Wiso.

    Petugas Bendung Bapangan Hariyanto mengatakan, kemarin pagi ketinggian air mencapai 150 cm dari batas. Padahal pada kondisi normal, ketinggiannya mencapai 50 cm. ”Karena itu kami buka pintu air arah Kali Wiso agar Kali Kanal tidak meluap,” katanya.

    Hariyanto mengaku, terus melakukan pemantauan di kawasan Bendung Bapangan untuk memastikan aliran air aman. ”Pintu air kami buka sampai kondisi aman. Kalau sudah aman akan kami tutup kembali,” ujarnya. (emy/ris)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top