• Berita Terkini

    Wednesday, December 6, 2017

    Usulan DPRD Terkait Penutupan PJK Jl Soetoyo Dipertanyakan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Pengamat Kebijakan Kabupaten Kebumen, Dr Drs M Khambali SH MH tak sependapat bila Pusat Jajanan Kebumen (PJK) di Jl Soetoyo ditutup. Pasalnya,  PJK Jl Soetoyo menyangkut hajat rakyat banyak, baik penjual dan penikmat jajanan dan kuliner.

    Kalaupun akhirnya nanti PJK Jl Soetoyo terpaksa harus ditutup, menurut Khambali, pemerintah harus merelokasinya secara berkeadilan bermartabat. Yakni dengan tetap mengedepankan prinsip “nguwongke wong”, memanusiakan manusia.

    Hal itu disampaikan Khambali menyikapi adanya usulan penutupan PJK yang dilontarkan Ketua Pansus III DPRD Kebumen Yuniarti Widyaningsih SE. Wakil rakyat yang akrab dipanggil Sherly itu meminta agar Pusat Jajanan Kebumen yang terletak di Jalan Sutoyo Kebumen ditutup. Penutupan tersebut dilakukan lantaran lokasi yang berada di lingkungan sekolah tersebut dinilai mengganggu kegiatan pendidikan.

    Khambali sependapat bila dikatakan PKL Jl Soetoyo layak dikritisi. Dia lantas mencontohkan pembangunan shelter pedagang yang dibuat permanen. Shelter pedagang model begini, kata Khambali, tidak estetis. Bahkan, terlihat janggal dan mengada-ada.

    "Saya telah mengkritisi pembangunan shelter di Jl. Soetoyo sejak awal hendak dibangun. Kenapa shelter tidak bersifat knock down, non-permanen sehingga bisa dibongkar-pasang. Sehingga ketika siang Jl Soetoyo bersih dari shelter warung jajanan dan kuliner, sedangkan sore hingga malamnya dipasang kembali menjadi PJK?'" katanya, Kamis (7/12/2017).

    Secara keseluruhan, masih kata Khambali, PJK dinilai sebagai sebuah kebijakan yang tidak melihat secara utuh dan futuristik (berwawasan masa depan). Hasilnya pun terlihat seperti saat ini.

    Kendati begitu, Khambali mengatakan menutup secara serta merta PJK juga bukan langkah yang bijaksana. Apalagi bila kemudian, adanya usulan penutupan itu baru dilontarkan sekarang. Mengingat, PJK ini sudah ada sejak era Bupati Kebumen sebelumnya, Buyar Winarso.

    "Mengapa baru sekarang dikemukakan setelah ada agenda Adipura?  Sungguh kepekaan lingkungan yang lamban," kata Khambali.

    "Pertanyaan besarnya, bagaimana dulu pusat jajanan ini direncanakan? Apakah tanpa koordinasi dengan DPRD? Apakah tidak meminta masukan lingkungan sekitarnya seperti SMAN 1 dan SMK Taman Karya? Ataukah ini sekedar untuk menciptakan proyek baru, dan kelak bakal dibongkar dan dibongkar lagi?" imbuhnya.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top