• Berita Terkini

    Sunday, December 10, 2017

    Seorang Pemuda di Jepara Tiba-tiba Serang Polisi di CFD

    POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS
    JEPARA - Pemuda yang memiliki perawakan tinggi dan besar tampak membentak anggota Polres Jepara. Bahkan, beberapa kali menyerang petugas tersebut. pemuda itu juga memukul dan menendangi petugas.

    Kejadian itu menimpa seorang polisi yang bertugas menjaga barikade larangan melintas di area Car Free Day (CFD) kemarin (10/12) sekitar pukul 06.00. Video kejadian itu juga tersebar di media sosial.

    Dalam video tampak Bripka Anton Catur Yanto Wibowo ditantang adu fisik. Namun, Bripka Anton mampu menahan diri dan menghindar agar tidak terjadi perkelahian. Tangannya dikepalkan dan disilangkan ke belakang untuk menahan tubuh agar tidak jatuh.

    Bripka Anton berusaha menenangkan pemuda tersebut bersama Agus Supriyanto, petugas Dari Dinas Perhubungan. Justru pemuda tersebut semakin mendekat dan mendorong petugas. Handy talky milik petugas sempat jatuh ke aspal. Seorang perempuan kemudian mengambilnya untuk diamankan.

    Pemuda itu diketahui bernama M. Zainal Abidin, 21, warga Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Dia diduga menerobos barikade menggunakan motor. Saat itu Zainal datang dari barat menuju alun-alun bagian selatan bersama temannya.

    Dia dalam kondisi tidak mengenakan helm. Helmnya hanya diletakkan di tangki sepeda motor Yamaha Vixion dengan nopol K 5863 FQ. Namun, teman yang membocengnya mengenakan helm.

    Bripka Anton berusaha menahannya dan memberikan penjelasan. Namun, dia justru ditantang berkelahi. Zainal turun dari sepeda motor sambil mengucapkan kata-kata kasar kepada petugas. Bahkan beberapa kali melayangkan pukulan dan tendangan. Bahkan ketika ada mobil melintas di dekat lokasi kejadian ikut ditendang pelaku.
    Saat ditemui Bripka Anton mengungkapkan, pelaku sempat membuat putung rokok di depannya setelah turun dari sepeda motor. Diingatkan justru semakin menyerangnya. Akhirnya dia mengalami luka lecet di leher, luka di tangan, dan memar di tangan.

    "Diingatkan tidak menerobos. Di CFD juga banyak warga yang beraktivitas, ada yang olahraga juga. Tapi malah menantang petugas yang mengingatkan. Karena berlangsung cukup lama, saya berusaha mengamankan pelaku," terangnya.

    Melihat seorang anggota polisi dipukul, sejumlah warga berdatangan untuk melerai dan membantu mengamankan pelaku. Pelaku sempat memberontak dan pura-pura pingsan. Karena warga geram melihat pelaku, bogem mentah melayang mengenai wajah dan tubuh pelaku penganiayaan tersebut.

    Berdasarkan informasi, Minggu (10/12) sekitar pukul 05.10 pelaku dari rumah itu mendatangi temannya, M Noordiyansyah. Dia mengadu handphone-nya hilang saat salat subuh di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara. Selanjutnya, temannya mengajak jalan-jalan ke Dermaha Syah Bandar Jepara dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah itu, mereka ke alun-alun dan memarkir sepeda motor di area parkir.

    Saat hendak pulang ke rumah temannya, pelaku melintas di depan anggota polisi dan ditegur. Karena pelaku berusaha merobos barikade CFD dan tidak menggenakan helm. Pelaku juga membuang puntung rokok sembarangan. Saat ditegur, pelaku turun dari sepeda motor dan mendorong Bripka Anton Catur Yanto Wibowo.

    Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menerangkan, kemarin pelaku diamankan di Polres Jepara. Pelaku dicek kejiwaannya di RSUD RA Kartini. "Kalau nanti terbukti mengalami gangguan kejiwaan, tidak ada proses hukum. Tapi kalau tidak terbukti akan disangkakan Pasal 212 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan terhadap petugas atau 352 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman di bawah 5 tahun," ujar kapolres.

    Sebelumnya pelaku memiliki riwayat gejala schizophrenia. Ini merupakan salah satu gangguan jiwa berat dimana penderita memahami realitas secara abnormal. Diagnosa tersebut berdasarkan ringkasan informasi pasien dari Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Dalam surat tersebut pasien atas nama M. Zainal Abidin dirawat 14-24 September 2017. (war/ris)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top