• Berita Terkini

    Monday, December 18, 2017

    Rumah Rusak Terdampak Gempa Mencapai 3.290 Unit

    TASIKMALAYA – Data jumlah rumah rusak akibat gempa berkekuatan 6,9 skala richter empat hari lalu (15/12) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angkanya sudah menembus 3.290 rumah. Sebagian besar di antaranya berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Yakni sebanyak 1.547 rumah. Seluruhnya sudah terverifikasi.



    Kepala Pelaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya E. Z. Alfian tidak menapik data tersebut. Dia menjelaskan bahwa rumah rusak di wilayahnya memang paling banyak. ”Tersebar di 31 kecamatan dari total 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap pria yang lebih akrab dipanggil Alfian itu.



    Berdasar data yang sudah dihimpun oleh BPBD Kabupaten Tasikmalaya, sebagian besar rumah rusak di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Dua kecamatan terdampak paling parah adalah Kecamatan Cikatomas dan Kecamatan Manonjaya. Sampai kemarin (18/12) pendataan masih terus dilakukan. ”Masih ada kemungkinan bertambah lagi,” ujarnya ketika diwawancarai Jawa Pos.



    Pendataan dan verifikasi dilakukan sampai besok (20/12). Setelah itu, BPBD Kabupaten Tasikmalaya bakal menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh instansi terkait. ”Minggu ini kesepakatan dari rakor harus sudah diperoleh,” ujar Alfian. Itu penting lantaran keputusan tersebut bakal menjadi dasar pembuatan surat keputusan (SK) usulan bantuan renovasi rumah rusak.



    Keputusan itu juga bakal mendasari usulan renovasi bangunan lain yang turut terdampak gempa. Termasuk fasilitas umum, sarana pendidikan, dan gedung perkantoran. ”Semua yang rusak karena dampak gempa kami data, verifikasi, dan kami usulkan,” terang Alfian. Dia mengakui, lokasi terdampak yang terletak berjauhan menjadi salah satu kendala.



    Lantaran dari satu titik lokasi terdampak ke lokasi lainnya berjarak puluhan kilometer, BPBD Kabupaten Tasikmalaya butuh waktu untuk melakukan pendataan dan verifikasi. Tidak kurang lima hari mereka butuhkan untuk memastikan seluruh data yang masuk dipastikan terverifikasi. Mulai Sabtu pekan lalu sampai Rabu pekan ini. ”Karena luas wilayah dan medan yang berat,” ujar Alfian.



    Kendala itu pula yang membuat BPBD Kabupaten Tasikmalaya harus putar otak. Distribusi bantuan mereka lakukan melalui setiap kantor kecamatan. Menurut Alfian, strategi itu dipakai untuk memudahkan distribusi. Sebab, Posko Tanggap Darurat Kabupaten Tasikmalaya berada di wilayah Kota Tasikmalaya. ”Lewat kecamatan bantuan lebih dekat ke masyarakat,” imbuhnya.



    Namun demikian, pria yang sempat bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya itu menyampaikan bahwa distribusi langsung kepada masyarakat juga dilakukan. ”Hanya untuk yang mengungsi saja. Ada tiga kepala keluarga di Kecamatan Cipatujah dan beberapa rumah warga,” terang Alfian. Setiap hari, sambung dia, ada empat tim yang bergerak menyalurkan bantuan.



    Berdasar hasil pergerakan petugas di lapangan, yang paling dibutuhkan saat ini adalah makanan. ”Terutama bagi yang mengungsi walaupun jumlahnya tidak banyak,” terang Alfian. Sedangkan kebutuhan lain seperti alas tidur, selimut, dan lainnya sudah disuplai oleh pemerintah. Bagi masyarakat yang ingin ikut membantu, mereka bisa datang langsung ke kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk berkoordinasi.



    Sementara itu, berdasar pantauan Jawa Pos kebutuhan mendesak bukan hanya makanan untuk masyarakat. Renovasi sarana pendidikan pun perlu menjadi perhatian. Apalagi jika melihat data BNPB, jumlah sarana pendidikan yang rusak sebanyak 46 sekolah dan madrasah. Termasuk di antaranya MTs Nurssalam yang berada di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.



    Kepada Jawa Pos, Kepala MTs Nurssalam Rahmat Azzuhri menyampaikan, ada empat kelas di ruang belajar putri yang rusak berat. Ruang belajar yang terletak di lantai dua itu ambruk. Beruntung bangunan di bawahnya masih bertahan. ”Yang bawah masih bisa dipakai. Yang atas sama sekali tidak bisa,” terang pria yang biasa dipanggil Rahmat itu.



    Berdasar perhitungan sementara yang dilakukan oleh Yayasan Nurssalam, kerugian akibat rusaknya empat ruang belajar itu mencapai Rp 420 juta. Agar kerusakan tidak menjadi masalah ketika semester baru tiba, mereka berniat memperbaiki bangunan tersebut secara mandiri. ”Uangnya bisa pinjam dulu atau cara lainnya. Yang pasti harus selesai,” terang Rahmat.



    Tentu saja, MTs Nurssalam tidak akan menolak apabila pemerintah turut turun tangan memperbaiki bangunan yang rusak. Jika renovasi belum rampung sampai semester baru menjelang, kata Rahmat, pihaknya akan memanfaatkan pelataran masjid di komplek MTs Nurssalam sebagai ruang tempat belajar mengajar. ”Supaya tidak mengganggu pembelajaran,” kata dia.



    Tidak hanya MTs Nurssalam, Universitas Galuh (Unigal) juga turut terdampak gempa empat hari lalu. Tidak kurang tujuh ruang perkulihan di lantai dua Fakultas Ekonomi Unigal rusak. Bagian plafon berantakan lantaran tidak kuasa menahan goncangan gempa. ”Memang saat gempa 2006 juga gedung fakultas ekonomi rusak,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi Unigal Ati Rosliati kemarin.



    Hal serupa terjadi pasca gempa akhir pekan lalu. Namun, kerusakan tidak terlampau parah. Hanya bagian langit-langit ruang perkuliahan saja yang rusak. ”Jadi, masih bisa dipakai,” imbuh Ati. Atas rekomendasi Pemerintah Kabupaten Ciamis dan yayasan yang menaungi Unigal, dia memutusakan ruangan tersebut tetap dipakai. Keputusan itu sejalan dengan proses renovasi yang sudah berjalan.



    Disamping sudah mendapat rekomendasi, jadwal perkuliahan universitas terbesar di Kabupaten Ciamis itu tidak memungkinkan untuk diubah. Mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). ”Mulai 15 Januari,” ujar Ati. Karena itu, perkuliahan di fakultas yang dia pimpin tetap berjalan normal. ”Nanti UAS bisa dua sampai tiga minggu,” tambahnya.



    Terpisah, keluarga penulis Eka Kurniawan yang tinggal di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran selamat dari gempa. Minggu malam (16/12) Jawa Pos berjumpa dengan Yoyoh Rokayah yang tidak lain adalah ibunda Eka. Selain itu, adik Eka bernama Ima Hatami juga turut berbincang dengan Jawa Pos. ”Memang kerasa sekali gempanya,” kata Yoyoh.



    Saking kerasnya, Yoyoh dan Ima tidak kuasa meraih pintu keluar. Padahal jarak dari pintu kamar ke pintu rumahnya tidak sampai lima meter. ”Goyang-goyang terus sampai jatuh,” ungkap perempuan berusia 62 tahun itu. Beruntung kemenakan Yoyoh yang tengah menginap sigap. Mereka berhasil membuka pintu sehingga Yoyoh dan Ima bisa keluar rumah.



    Meski tidak mengungsi, ibunda dan adik Eka sudah bersiap diri. Mereka langsung berkemas ketika gempa berhenti. Itu dilakukan untuk berjaga-jaga. Sebab, ketika tsunami meluluhlantakan pesisir Pangandaran pada 2006 masih lekat dalam ingatan mereka. ”Dulu pengalaman setengah jam langsung tsunami,” ujar Ima. Karena itu, mereka sangat lega setelah BMKG mencabut pengumuman siaga tsunami.



    Mereka juga tenang lantaran tidak ada anggota keluarga yang terluka. Rumah yang ditinggali Yoyoh dan Ima pun aman. Masih tetap berdiri kokoh meski tidak sedikit rumah warga di wilayah Kabupaten Pangandaran ambruk. ”Alhamdulillah nggak ada yang rusak,” ucap Ima. Dia pun menyampaikan, Sabtu pagi Eka langsung berkabar dengan keluarga di Pangandaran.



    Sementara itu, dari Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa dana bantuan untuk pemulihan pasca bencana akan diambilkan dari APBN 2017 yang berasal dari perbendaharaan umum negara.

    Pihaknya masih menunggu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan assesmet terhadap tingkat kerusakan yang terjadi di daerah-daerah yang terdampak gempa Jumat malam (15/12) lalu. “Nanti ada mekanisme khusus yang sudah baku agar bantuan dana itu bisa disalurkan,” kata Sri di kantor Kemenko PMK kemarin (18/12).

    Meski demikian, tidak semua bencana akan mendapatkan treatmen yang sama. Beberapa jenis bencana seperti banjir akan berbeda. “Tapi selama ini memang ada dana untuk antisipasi bencana alam, di bendahara umum negara,” katanya.(syn/tau)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top