• Berita Terkini

    Wednesday, December 13, 2017

    Romahurmuziy Dorong Dakwah Melalui Media Sosial

    Fuadhasyim/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Anggota Komisi XI DPR RI Ir H Romahurmuziy MT meminta para ustadz agar tidak ragu menggunakan media sosial sebagai ajang dakwah. Romi, demikian ia disapa, melihat media sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat, terutama generasi kekinian (milenial) untuk memenuhi kebutuhan informasi.

    Faktanya, dalam satu menit di dunia digital terdapat 819.885 orang login di Facebook, 160 juta email di Gmail, 65.900 unggahan di Instagram, dan 41,6 juta pesan di WhatsApp.

    "Itu angka yang sangat luar biasa untuk menggambarkan betapa aktifnya masyarakat menggunakan media sosial. Bahkan banyak warga yang memiliki lebih dari satu gadget untuk mengakses media sosial," tandas Romi saat menghadiri Orientasi dan Launching "Kampung Dakwah Berbasis Media" di Gedung Tulus, Rabu (13/12/2017).

    Menurut dia, potensi tersebut harus mampu dimaksimalkan untuk kegiatan positif, termasuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif.

    Politisi yang juga Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini percaya dengan memanfaatkan media sosial sebagai ajang dakwah akan menghadirkan dakwah Islam bagi mereka-mereka yang jarang ke masjid, yang sibuk di jalan, dan yang sibuk dengan pekerjaannya. Artinya, dakwah tak perlu lagi harus dilakukan dengan cara tatap muka, baik secara langsung maupun tayangan di televisi.

    Menurut dia, dakwah melalui media sosial dilakukan dengan cara menyebarkan atau mengirim pesan, nasehat, ajakan dan mengingatkan tentang tuntunan agama secara efisien. Selain itu, bisa berdiskusi dengan jamaah mengenai berbagai topik permasalahan keagamaan yang dihadapi. Kemudian menshare ilmu kepada orang lain batas dan waktu dengan biaya dan energi terjangkau.

    "Saat ini juga sudah dilakukan digitalisasi teks berupa buku-bukiu elektronik berupa Al-Quran, tafsir, tarikh, kitab-kitab hadist, fiqih dan lain-lain," ujarnya.

    Dengan media sosial, lanjutnya, dakwah bisa dilakukan tanpa harus terikat ruang dan waktu. Hal ini adalah kesempatan emas bagi tokoh agama untuk memanfaatkannya sebagai media dakwah.

    "Jangan sampai media sosial malah digunakan hanya untuk saling caci maki, ajang fitnah dan beragam ujaran kebencian," tegasnya.

    Dalam kunjungannya ke Kebumen, Gus Romi juga menghadiri Rapat Koordinasi Pendidikan Keagamaan Penguatan Wawasan Kebangsaan Upaya Menangkal Radikalisme Berbasis Agama di Aula Kantor Kemenag. Kemudian Launching Madrasah Berbasis Tahfidz di Aula Tulus dilanjutkan dengan Seminar Nasional OJK di Hotel Candisari.

    Acara launching Kampung Dakwah Berbasis Media dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Jawa Tengah Drs Farkhani MM, Kepala Kantor Kemenag Kebumen Imam Tobroni serta puluhan penyuluh agama. Pada acara yang merupakan rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-72 itu dilaunching portal www.kampungdakwah.or.id oleh Drs Farkhani MM.

    Program ini merupakan inovasi dari Penyuluh Agama Islam Fungsional yang tergabung dalam Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kantor Kemenag Kebumen. Dalam acara itu, Kepala Kantor Kemenag Jateng Farkhani memberikan apresiasi kepada Pokjaluh Kebumen.

    "Program ini merupakan pertama dan baru satu-satunya di Jawa Tengah bahkan se-Indonesia," katanya. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top