• Berita Terkini

    Tuesday, December 5, 2017

    Pusat Jajanan Kebumen di Jl Soetoyo Diusulkan Ditutup

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ketua Pansus III DPRD Kebumen Yuniarti Widyaningsih SE (Sherly) meminta agar Pusat Jajanan Kebumen yang terletak di Jalan Sutoyo Kebumen ditutup. Penutupan tersebut dilakukan lantaran lokasi yang berada di pusat pendidikan tersebut dinilai mengganggu kegiatan pendidikan.

    Jalan Sutoyo merupakan tempat atau lokasi yang terdapat sejumlah sekolah. Bukan hanya itu saja di lokasi tersebut juga terdapat dan tempat ibadah. Untuk itu selayaknya Jalan Sutoyo tidak lagi digunakan untuk tempat berdagang. Adanya pembangunan shelter permanen juga semakin menutupi wajah sekolah yang ada di area tersebut. "Kami merekomendasikan agar pusat jajanan di Jalan Sutoyo ditutup agar tidak mengganggu kegiatan pendidikan," tuturnya, Selasa (5/12/2017).

    Bukan hanya menutup saja, Yuniarti Widyaningsih SE yang juga akrab Syerli itu juga mengemukakan jika pasca penutupan lokasi pusat jajanan tersebut, nantinya akan dipersiapkan tempat bagi relokasi PKL. Kendati demikian, tempat relokasi akan diatur lebih lanjut melalui sistem zonasi yang akan masuk dalam Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima yang sedang dalam proses pembahasan. "Kami berharap zonasi ini masuk dalam peraturan daerah tidak hanya dalam peraturan bupati," tuturnya.

    Dijelaskannya, berkait dengan zonasi kalau untuk kota yang modern sudah berdasarkan tingkat pada keramaian dan akses lokasi. Kalau zonasi hanya berdasarkan pada produk nantinya akan memiliki kelemahan yakni zona produknya homogen karena jualanya sama semua. 

    Sebelumnya, pernah diberitakan jika Pusat Jajan Kebumen (PKJ) yang berada di Jalan Mayjed Sutoyo memang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan area tersebut merupakan kawasan pendidikan. Selain itu keberadaan kuliner di sepanjang jalan tersebut, juga kerap menimbulkan bau tidak sedap.

    Banyaknya keluhan dari masyarakat itu, menjadi masukan penting bagi dinas terkait. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Selain dari sekolah keluhan terkait PJK juga kerap disampaikan oleh masyarakat. Keluhan tersebut meliputi kondisi kebersihan, kawasan pendidikan hingga menimbulkan bau tidak sedap.

    Saat menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Kebumen Drs H Agus Suryono SPd MPd juga membenarkan jika pusat jajanan tersebut kerap menimbulkan bau yang tidak sedap dan mengganggu sekolah. Untuk itu diperlukan pengaturan yang baik, supaya semua bisa berjalan dan tidak saling mengganggu. “Kanopi permanen itu, sebaiknya dibongkar diganti dengan tenda-tenda yang siang dibongkar dan sore baru dipasang, sehingga tidak menutupi wajah sekolah,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top