• Berita Terkini

    Wednesday, December 13, 2017

    Mendengar Sejarah Nabi Akan Dimudahkan Rejeki

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Mendengar kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW ternyata sangat penting. Sebab banyak sekali faedah atau kemanfaatan yang dapat diraih dari kisah tersebut. Selain dapat menjadi suri tauladan dengan mendengar kisah Nabi Muhammad ternyata dapat memperlancar rejeki seseorang.

    Hal ini disampaikan oleh KH Achmad Chalwani Nawawi, saat kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Al Huda Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan, Rabu (13/12/2017). Acara tersebut juga dihadiri oleh Jajaran Muspika Kecamatan Pejagoan. Adapun pengasuh Masjid Al Huda yakni Kyai Kifayatul Adzkiya

    Dalam Maungidhotul Khasanahnya KH Achmad Chalwani yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menyampaikan, dengan mendengarkan kisah Nabi Muhammad SAW, maka akan dimudahkan rejekinya. Dengan demikian maka acara peringatan Maulid Nabi menjadi penting . “Mudah-mudahan semua yang menghadiri acara peringatan Maulid Nabi ini akan dimudahkan rejekinya oleh Alloh SWT,” tuturnya.

    Bukan hanya itu saja, dengan mendengar kisah Nabi Muhammad SAW maka dosa-dosanya juga akan diampuni oleh Alloh SWT. Selain itu masih banyak sekali manfaat dari mendengar kisah-kisah keteladanan  Nabi Muhammad SAW. “Sifat-sifat Nabi Muhammad itu sangat mulia, penyabar, pemaaf dan selalu menyayangi sesama. Dengan mengetahui sifat-sifat tersebut diharapkan sikap kita juga akan menjadi baik,” paparnya.

    Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana H Romelan Mustofa SE menyampaikan, dengan adanya peringatan maulid nabi diharapkan akan meningkatkan kerukunan hidup di masyarakat. Peringatan maulid bukan hanya semata-mata sebagai acara rutinan belaka. Dalam peringatan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat agar dapat mengaji bersama. “Tausiyah sangat penting untuk masyarakat. Adanya peringatan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengaji,” jelasnya.

    Seperti pada umumnya, banyaknya kesibukan masyarakat  terkadang membuat waktu untuk mengaji menjadi sangat sedikit. Untuk itu perlu dilaksanakan kegiatan peringatan Hari Besar Islam dengan mengundang ulama atau kyai untuk memberikan tausiyah. Dalam kesempatan itu masyarakat dapat berkumpul bersama dan mengaji bersama. “Ini sangat penting sebab agama menjadi pondasi pertama pada pendidikan karakter. Selain itu adanya acara peringatan keagamaan juga menjadi ajang kebersamaan bagi masyarakat,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top