• Berita Terkini

    Sunday, December 3, 2017

    Melihat Sisi Religius di Lingkungan Rutan Kebumen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kesan keras bahkan kejam telanjur melekat di ingatan banyak orang terkait Rumah Tahanan (Rutan). Namun tidak demikian Rutan Kebumen. Setelah dipimpin oleh Soetopo Berutu Amd IP SSos MS suasana Rutan Kebumen tampak religius dan terkesan seperti pesantren.

    Setiap hari terdapat warga binaan yang selalu meramaikan Masjid At Taubah (Masjid Rutan Kebumen). Terdapat beberapa warga binaan yang membaca Al Quran, Sholat Dhuha hingga berzikir dan mujahadah di masjid. Saat berada di masjid, para warga binaan juga mengenakan baju taqwa lengkap dengan berpeci. Jika dilihat, suasana rutan tampak religius selayaknya pesantren.

    Kepala Rutan Kebumen Soetopo Berutu Amd IP SSos MS menyampaikan, pendekatan agama sangat penting untuk mengembalikan jati diri para warga binaan. Melalui pendekatan agama, maka seiring berjalannya waktu hati para warga binaan yang semula keras perlahan akan melunak. “Hal ini menjadi penting, mengingat perilaku seseorang itu tergantung dari hatinya,” tuturnya, disela-sela Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW yang dilaksanakan di Rutan Kebumen, Sabtu (2/12/2017).

    Menurutnya, pada dasarnya semua manusia adalah baik. Dinamika kehidupan terkadang membuat beberapa orang mengambil jalan yang salah. Karena bertindak salah tersebut, maka saat ini para warga binaan harus menerima hukuman. Dengan adanya pendekatan agama, maka warga binaan diharapkan sadar dan tidak lagi melakukan tindakan yang melanggar aturan hukum. “Jika hanya dihukum saja, tapi mereka tidak menyadari kesalahannya, maka setelah keluar dari penjara mereka akan mengulangi perbuatannya,” terangnya.

    Pendekatan religius, lanjutnya, juga efektif untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penghuni rutan. Suasana menjadi bersih dan adem. Selain itu tingkat perkelahian antar sesama warga binaan juga tak lagi ada. “Kali ini kami mengadakan Peringatan Maulid Nabi. Dengan mendengarkan kisah keteladanan nabi, diharapkan warga binaan dapat meniru sosok yang menjadi panutan tersebut,” paparnya, sembari menyampaikan kini penghuni rutan mencapai 206 warga binaan.

    Kenyamanan setelah adanya pendekatan religius juga disampaikan oleh salah satu warga binaan. Mars(bukan nama sebenarnya) salah satu warga binaan menyampaikan, jika kondisi rutan sangat damai dan tenang. Pria 53 tahun ini menyampaikan sebelum adanya pendekatan agama, kondisi terkesan gersang, keras dan panas. “Saya mendengar kisah-kisah masa lalu penghuni rutan, katanya dulu suasananya sangat tidak menyenangkan. Namun sejak dipimpin oleh Soetopo, kondisi rutan sangat kondusif,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top