• Berita Terkini

    Tuesday, December 26, 2017

    Libur Sekolah, Siswa di Kebumen ini Pilih Jual Terompet

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Jelang tahun baru beberapa penjual terompet mulai menjamur di kabupaten berselogan Beriman ini. Bukan hanya produk dari Kebumen, beberapa terompet yang dijual ternyata berasal dari luar daerah.

    Beberapa penjual terompet, ternyata merupakan pedagang musiman. Tidak hanya itu saja, terdapat pula pedagang terompet yang masih pelajar SMP. Adanya momen tahun baru yang bebarengan dengan liburan semester, dimanfaatkan oleh salah satu siswa untuk mengais rejeki dengan cara berjualan terompet.

    Hal tersebut salah satunya dilakukan oleh Ahmad Wildan Karim (13) yang tidak lain merupakan siswa kelas VIII salah satu SMP di Kebumen. Tidak seperti anak pada umumnya yang memanfaatkan momen liburan untuk berkunjung ke tempat pariwisata. Siswa asal RT 2 RW 5 Desa Jemur Kecamatan Pejagoan tersebut justru memanfaatkan liburan untuk berjulan. “Ya senang aja, mudah-mudahan laris sehingga dapat duit banyak,” tuturnya, saat ditemui Ekspres di palang pintu kereta api Selang, Selasa (26/12/2017).

    Jika dilihat dari usianya, perjuangan Ahmad sendiri patut mendapatkan acungan jempol. Pasalnya meski masih duduk di bangku SMP, namun dirinya telah berangkat dari rumah untuk berdagang sejak pukul 06.00 WIB. Dengan semangat membara untuk mencari laba, Ahmad pun mengayuh sepeda keliling  Kebumen untuk menjual terompet.

    Panasnya terik matahari rupanya juga mengurungkan niat Ahmad untuk terus mengais rejeki. Dengan berpakaian hem kotak-kotak lengan pendek, bertopi dan mengenakan celana kolor, Ahmad terus bersemangat menjajakan dagangannya. “Mumpung liburan, mending diisi dengan berjualan,” katanya.

    Rutinitas berjualan ternyata bukan kali pertama dilakoninya. Ahmad sendiri mengaku telah dua tahun berjualan terompet dan balon udara. Jika dilihat dari usianya maka Ahmad sendiri telah berjualan sejak masih kelas VI SD. “Saat ini menjelang tahun baru, makanya berjualan terompet. Harganya  mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu," jelasnya.

    Adapun uang hasil laba dari berjualan, menurut Ahmad digunakan untuk ditabung dan saku sekolah. Setiap hari dari hasil berjualan terompet Ahmad mengaku dapat mengantongi laba sebesar Rp 20 ribu. Hasil yang cukup lumayan bagi anak seumuran kelas  VIII SMP. “Saya hanya menjualkan terompet  milik orang, katanya kulakannya di Cirebon,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top