• Berita Terkini

    Selasa, 19 Desember 2017

    Imam Satibi Soal Tugu Lawet: Ikonik, Wajar Jika Banyak Kritik

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Renovasi Tugu Lawet yang dilakukan Pemkab Kebumen berbuah polemik dan kritik dari berbagai kalangan. Alih-alih mempercantik, renovasi justru dianggap menghilangkan estetika tugu kebanggaan masyarakat Kebumen tersebut.

    Terutama bagian teralis berbahan stainless steel yang dinilai tidak nyambung alias tak serasi dengan ornamen batu tugu. Hingga akhirnya, muncul usulan agar Tugu Lawet dikembalikan ke bentuk semula.

    Namun bagi Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Dr Imam Satibi, kritik tersebut merupakan hal yang wajar. Mengingat tugu Lawet adalah ikon Kabupaten Kebumen.

    "Tugu Lawet itu sangat ikonik, satu-satunya landmark Kebumen. Ngomong Tugu Lawet otomatis Kebumen, sehingga apapun renovasi yang dilakukan pasti akan menimbulkan pro dan kontra, bahkan polemik berkepanjangan bagi masyarakat luas karena mereka punya pendapatnya masing-masing," beber Imam Satibi kepada Ekspres, Senin (18/12/2017).

    Imam sebenarnya memberikan apresiasi kepada Pemkab Kebumen yang melibatkan partisipasi masyarakat lewat sayembara desain Tugu Lawet. Hanya saja, Imam melihat
    pemerintah daerah kelihatan canggung dalam melakukan renovasi hingga hasilnya tidak maksimal. Padahal harapan masyarakat renovasi itu akan lebih cantik dan dapat memperkuat sebagai icon kota.

    Menurut dia, ini karena ada ketidakkonsistenan antara hasil sayembara dengan realisasi pembangunan di lapangan.

    Imam menuturkan, Tugu Lawet yang menyimpan filosofi dan historis masyarakat Kebumen, harusnya lebih bernuansa seni dibandingkan bangunan infrastruktur. Sayang, itu 'dirusak' dengan adanya pagar teralis stainless steel.

    "Munculnya pagar tralis membuat Tugu Lawet lebih terkesan simbol infrastruktur bukan lagi simbol keindahan dan keunikan," tegasnya.

    Imam sendiri bingung darimana ide pagar teralis itu muncul karena setahu dia tidak ada dalam konsep perencanaan renovasi tugu Lawet. Namun demikian Imam Satibi bisa memaklumi tidak maksimalnya renovasi Tugu Lawet karena terbatasnya pendanaan yg dialokasikan.

    Disinggung soal perlu tidaknya pagar teralis itu dibuang, Imam Satibi hanya menjawab diplomatis. "Kalau memang tidak relevan kenapa dipertahankan," ucapnya.
    Hanya saja dia buru-buru menambahkan jika hal itu harus terlebih dulu dibicarakan dengan berbagai pihak. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top