• Berita Terkini

    Thursday, December 21, 2017

    Dapat Kejutan Hari Ibu, Bupati Grobogan Menangis

    SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS 
    GROBOGAN-Suasana Pendopo Kabupaten Grobogan berbeda dari biasanya, Kamis (21/12/2017). Bupati Grobogan Sri Sumarni diberikan kejutan dalam peringatan hari ibu. Orang nomor satu tersebut mendapatkan kejutan dengan pembuatan film dokumenter tentang perjalanan Bupati Grobogan sejak masih kecil dari keluarga tidak mampu hingga sukses menjadi Bupati.

    Acara pemutaran film tersebut dilakukan saat sesi istirahat usai melantik pengurus Forum KesetaraandanKeadilan Gender (FKKG) tingkat Kecamatan dan Kabupaten, serta Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Grobogan. Ketika pertama kali pemutaran film, Bupati terlihat kaget. Sebab, pembuatan film tidak diketahui oleh dirinya.

    Jalanya film dimulai dari Sri Sumarni kecil, yaitu berasal dari keluarga tidak mampu. Perempuan yang akrab dipanggil Mbak Sri adalah anak kelima dari pasangan Sunardi dan Ngasi dari delapan saudara. Bahkan, perempuan kelahiran Grobogan, 5 September 1960 ini sudah ditinggal oleh bapaknya (Sunardi Alm) sejak masih umur 7 tahun. Sejak ditinggalkan orang tuanya, ibunya Ngasi harus menggantikan peran orang tuanya untuk memberi nafkah. Yaitu dengan berjualan sayuran dan beras dengan keliling kampung di Desa Karangsari, Kecamatan Brati sebagai tempat kelahiran.

    Bahkan, dalam peragaaan tersebut diperankan model cilik dengan rambut panjang dan gadis kampung yang masih lugu. Sri Sumarni kecil setiap pulang sekolah mencari kayu bakar untuk memasak, menyapu, mengepel hingga membantu orang tuanya. Semua saudara dididik keras untuk mandiri. Bahkan juga pernah angon bebek waktu kecil.

    Adegan dari Sri Sumarni kecil menjadikan para penonton tersenyum dan tertawa kecil. Sebab, Sri Sumarni masih terlihat polos waktu kecil. Begitu juga dengan Sri Sumarni sendiri tanpa senyam senyum sendiri. Hingga akhirnya Sri Sumarni berhasil lulus SD N Karangsari 1967-1973. Kemudian melanjutkan di SMP Pemda Brati 1974-1977. Saat lulus SMP dirinya diminta orang tuanya untuk menikah dengan tujuan meringankan beban orang tua. Namun, Sri Sumarni remaja menolak dan memilih tetap melanjutkan sekolah.

    Dengan tekat yang kuat, akhirnya Sri Sumarni berhasil melanjutkan SMA Pembangunan Persiapan 1978-1981 hingga lulus. Perjuangan untuk mendapatkan hidup layak terus dilakukan. Dirinya kemudian diterima menjadi pegawai dan kasih KUD Pakis Aji. Dengan keuletan, ketekunan, jujur dan tanggung jawab dalam bekerja. Ketua DPC PDI P Grobogan diangkat menjadi manajer KUD Pakis Aji 1993-2003.

    Kemudian menjadi distributor KUD Pakis Aji Jaya 2000-2003. Memasuki tahun 2003 Sri Sumarni masuk ke dalam partai PDI P Grobogan. Saat itu, partai harus mempuyai 30 persen suara dalam pileg. Sri Sumarni juga bergelut dalam usaha distributor pupuk hingga sekarang untuk kemajuan petani di Kabupaten Grobogan.
    Mendapatkan kepercayaan menjadi anggota DPRD Grobogan periode 2004-2009 ini juga dipercaya menjadi bendahara DPC PDI P Grobogan. Selanjutnya saat Pileg 2009-2014 terpilih lagi. Kemudian pada tahun 2012-2014 menjadi Ketua DPRD Grobogan 2012-2014. Saat Pileg 2014 juga terpilih lagi menjadi anggota DPRD Grobogan dan menjabat ketua DPRD Grobogan lagi.

    Sebelumnya, Sri Sumarni juga gagal menjadi kepala daerah tahun 2011 yang maju bersama Pirman (sekarang Ketua DPD Nasdem Grobogan) kalah dengan pasangan Bambang Pudjiono-Icek Baskoro. Saat itu, (Sri Sumarni-Pirman) kalah tipis dengan perolehan suara 231.636 suara. Sedangkan pasangan BAIK (Bambang Pudjiono-Icek Baskoro mendapatkan suara) 236.571 suara.

    Keberhasilan ini karena faktor bergotong royong dan kegigigan semua pengurus koalisi, relawan dan tokoh masyarakat. Tak ketinggalan yang memberikan support adalah keluarga dengan mendukung sepenuh hati. Bahkan kemenangan dengan meraih 73 persen suara sah. Keberhasilan dari Bupati Grobogan tidak lepas dari peran ibu yang memberikan Air Susu Ibu (ASI) dan kasih sayang serta pendidikan hingga menjadi Bupati sekarang.

    Saat diputar video tentang ibunya dan foto-foto kebersamaan dirinya terharu dan meneteskan air mata. Sebab, perjuangan panjang dari keluarga tidak mampu bisa berhasil menjadi Bupati Grobogan sekarang. Audiensi dari Ketua DPRD Agus Siswanto, bahkan puluhan tamu undangan juga menitihkan air mata karena ikut terharu. Mereka ikut terharu karena perjuangan dilalui serta keberhasilan dalam menjalankan karir tidak lepas dari peran ibu.

    Setelah setelah pemutaran video, tiba-tiba putrinya Indri Agus Velawati bersama suaminya Agus dengan tiga anaknya datang. Mereka membawa bunga dan menyerahkan kepada Bupati sebagai ucapan terima kasih atas jasa ibu. Kemudian, Bupati langsung memeluk putrinya dengan pelukan kasih sayang. Lalu Bupati memeluk tiga cucunya satu persatu-satu dan menantunya. Bupati terharu karena diberikan kejutan oleh putrinya. Bupati kemudian memotong kue tumpeng yang telah disediakan dan diberikan kepada Ketua DPRD Grobogan dan Kepala BP3AKB Sujadmiko.

    Indri Agus Velawati anak dari Bupati Sri Sumarni mengaku bahwa kejutan yang diberikan kepada ibunya adalah untuk peringati hari ibu. Menurutnya kasih sayang ibu tidak bisa digantikan dengan apapun. Konsep untuk pembuatan hanya dua pekan.
    ”Untuk persiapan pembuatan hanya dua minggu mas. Saya buat profil semirip mungkin dengan kondisi ibu (Bupati Sri Sumarni Red) waktu kecil, remaja, hingga sukses jadi Bupati sekarang,” ujarnya.

    Dikatakan, untuk mencari peran pengganti sebagai Sri Sumarni agak sulit. Maka dirinya meminta saudaranya untuk memerankanya. Sedangkan peran suami dari Sri Sumarni diperankan oleh menantunya sendiri Agus.

    ”Ya, saya membuatnya agar ibu bisa mengenang jasa akan ibu yang begitu besar. Hingga sukses sampai dengan bupati sekarang,” ujarnya.
    Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni merasa kaget atas pembuatan film dokumenter dirinya. Karena tidak mengetahui prosesnya karena dirahasiakan oleh putrinya. Bahkan, sampai penayangan film tidak diketahui.

    ”Dihari Ibu mari kita peringati dengan memberikan kasih saya kepada Ibu dan orang tua kita. Marilah isi pembangunan dengan peranan gender secara merata,” tandasnya. (mun)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top