• Berita Terkini

    Sunday, November 5, 2017

    Waspada Potensi Longsor Banjir Bandang

    JAKARTA – Potensi longsor dan banjir bandang semakin tinggi pada musim penghujan di bulan ini. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat sebagian besar wilayah di Jawa bagian selatan, tengah, dan timur berpotensi terjadi longsor atau banjir bandang. Data potensi itu telah dikirimkan ke pemerintah daerah sebagai antisipasi.


    Data dari PVMBG itu dikelompokan tiap propinsi dan diperinci hingga level kabupaten atau kota. Bahkan, ada pula data hingga tiap kecamatan. Di Jawa Timur misalnya hampir semua kabupaten/kota terdapat titik-titik potensi gerakan tanah yang menyebabkan longsor dan banjir bandang. Contohnya, kabupaten Banyuwangi ada potensi longsor dan banjir bandang di Giri, Glagah, Kabat, Kalipuro, dan Wongsorejo. Di Malang potensi serupa terdapat di Kasembon, Ngantang, Poncokusumo, Pujon, dan Tirtoyudo.


    Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto menuturkan data prakiraan potensi gerakan tanah atau banjir bandang itu didapatkan dengan mensinkronkan dengan data prakiraan hujan selama November. Semakin tinggi curah hujan di daerah perbukitan, potensi longsor pun semakin tinggi.


    ”Tapi itu juga tergantung dengan tata guna lahan juga. Kalau lerengnya masih banyak tanaman keras potensinya berkurang,” ujar dia kemarin (5/11).


    Data potensi longsor dan banjir itu telah disampaiken kepada Pemda. Diharapkan pemda bisa membantu menyosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga mereka bisa lebih mengantisipasi. ”Kami juga perlu feedback cepat dari masyarakat kalau menemukan ada retakan tanah agar bisa segera disurvei untuk menentukan antisipasinya,” ungkap dia.


    Dalam sepekan terakhir, PVMBG mencatat ada beberap kejadian gerakan tanah yang menonjol. Diantaranya, di Buleleng, Bali; Tobasa, Sumatera Utara; Aceh Barat Daya, Aceh; Pasaman, Sumatera Barat; dan Barito Utara, Kalimantan Tengah. sedangkan di pulau Jawa tercatat ada longsor di Cilacap, Jateng; Bandung, Jabar; Temanggung, Jateng; dan Banyumas, Jateng.


    Longsor dan banjir bandang memang bencana yang begitu berbahaya. Selain korban jiwa juga korban materi yang tidak sedikit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Jawa menjadi salah satu daerah yang rawan longsor dan banjir bandang.


    Di Jawa Timur dalam dua tahun terakhir tercatat terjadi longsor sebanyak 497 kejadian. Bencana itu membuat 139 orang meninggal dunia, 324 orang luka-luka, dan 187.547 orang menderita dan mengungsi. Di Jawa Tengah telah terjadi bencana longsor sebanyak  1.381 kejadian dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 546 orang meninggal dunia, 542 orang luka-luka, dan 31.040 orang menderita dan mengungsi.


    Di Jawa Barat ada 994 longsor yang menyebabkan 636 orang meninggal dunia, 611 orang luka-luka, dan 83.479 jiwa mengungsi dan menderita.


    Kepala pusat informasi data dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan masih banyak warga yang tinggal di lereng-lereng perbukitan dan pegunungan yang rawan longsor. Tapi kemampuan mitigasi bencana mereka masih sangat terbatas.


    ”Pemerintah daerah agar meningkatkan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat. Meningkatnya curah hujan selama musim penghujan akan meningkatkan pula ancaman bencana longsor,” ujar dia. (jun)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top