• Berita Terkini

    Thursday, November 23, 2017

    Waduk Sempor Jebol, Ratusan Warga Diungsikan

    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Kondisi Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor yang tenang mendadak gempar. Hal itu setelah warga mendengar adanya pengumuman ancaman tanggul Waduk Sempor jebol dari Posko Penanggulangan Bencana, Kamis (23/11/2017).

    Pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. “Akibat dari adanya gempa di dasar Pantai Selatan, tepatnya di Suwuk telah memincu Bendungan Waduk Sempor retak. Untuk itu semua tim penanggulangan bencana diharapkan segera siap siaga.

    Selain gempa, hujan deras yang terjadi beberapa hari ke belakang juga membuat debit air waduk dan tingkat sedimen tinggi. Kondisi retakan tanggul semakin meningkat hingga ditetapkan mencapai tingkat Siaga. Melihat hal-hal yang tidak diinginkan posko bencana pun menghubungi TNI, BPBD, Polri, relawan dan masyarakat.

    Melihat kondisi  yang tanggul semakin mengkhawatirkan, Kodim 0709/Kebumen pun menghubungi semua Koramil yang  memungkinkan terkena dampak bencana tersebut. Dalam waktu yang sama BPBD Kebumen menyiapkan segala perlengkapan dan keperluan untuk menghadapi situasi terburuk. Suasana pun semakin mencekam mengingat kerusakan tanggul semakin meningkat.

    Untuk meminimalisasi jumlah korban, para warga pun diungsikan ke Lapangan Tembak Secata Desa Bejiruyung Kecamatan Gombong.

    Itulah rangkaian cerita dalam simulasi penanganan bencana Jebolnya Waduk Sempor. Kondisi simulasi bencana tersebut dibuat semirip mungkin, termasuk kelengkapan dan personel relawan. Peralatan penyedia air bersih, perahu karet, tenda pengungsian manusia dan hewas, dapur umum serta posko kesehatan dihadirkan dalam simulasi tersebut.

    Simulasi penanganan bencana dilaksanakan oleh Korem 072/Pamungkas , Kodim 0709/Kebumen, BPBD Kebumen, Polres Kebumen, PMI dan relawan lainnya.  Dalam simulasi digambarkan sekitar pukul 13.00 WIB, warga mulai berkumpul di titik evakuasi untuk kemudian diangkut menuju pengungsian.

     Saat mengungsi terdapat warga dari berbagai usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Warga juga membawa perkakas seperti kasur, bantal, tikar, televisi hingga ternak seperti ayam, kambing hingga sapi. “Banjir bandang membuat kerusakan di enam kecamatan. Adapun kecamatan yang terkena dampak tersebut yakni Sempor, Gombong, Rowokele, Buayan, Kuwarasan dan Puring. Kerusakan paling parah terjadi di lima desa di Kecamatan Gombong,” tutur Dandim 0709/Kebumen Letnan Kolonel Kav Suep SIP.

    Dar radio muncul suara bahwa di terdapat pengungsi yang tertinggal, jika harus menunggu mobil jemputan, dikhawatirkan tanggul telah jebol. Dalam situasi tersebut Letnan Kolonel Kav Suep SIP langsung mengambil tindakan yakni meminta babinsa untuk mengevakuasi korban meski harus menggunakan kendaraan roda dua. “Korban harus diselamatkan, Babinsa terdekat harus mengevakuasi meski menggunakan sepeda motor,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu Kodim 0709/Kebumen Letnan Kolonel Kav Suep SIP menyampaikan, kegiatan latihan penanggulangan bencana telah dilaksanakan sejak, Senin (20/11). Rencananya kegiatan akan dilaksanakan hingga Jumat (24/11/2017).

    “Simulasi serupa pernah dilaksanakan pada tahun 2013 silam. Di Indonesia Waduk Sempor merupakan satu-satunya waduk yang dua kali  dilaksanakan simulasi,” tegasnya.

    Dijelaskannya pada tahun 1967, jebolnya tanggul Bendungan Waduk Sempor telah mengakibatkan bencana besar yang memakan banyak korban jiwa. Bahkan dari penuturan beberapa saksi mata saat itu ratusan nyawa melayang akibat bencana tersebut. untuk itu simulasi dilaksanakan agar warga terbiasa saat terpaksa menghadapi situasi bencana.

     “Ini dilaksanakan sama sekali buka untuk menakut-nakuti. Melainkan agar warga terbiasa, saat terpaksa harus menghadapi bencana,” tegasnya.

    Hadi Sunaryo (60) salah satu warga Selokerto Sempor menuturkan,  bancana besar jebolnya waduk sempor pernah terjadi dan saat itu, ratusan nyawa melayang. Akibat bencana, dimana-mana terjadi kerusakan akibat banjir bandang. “Saat itu saya baru kelas tiga, tapi saya ingat betul jika bencana pernah terjadi,” jelasnya.

    Sebelumnya, Danrem Brigadir Jenderal TNI Fajar Setyawan SIP menyampaikan sampai kapan pun mudah-mudahan bencana itu tidak terjadi. Kendati demikian jika tuhan telah menentukan maka tidak ada seorang pun yang dapat menolak bencana. “Untuk itu yang terpenting adalah manusia harus menyiapkan diri saat menghadapi bencana tersebut,”paparnya.

    Pasi Intel Kodim 0709/Kebumen Kapten Arh Kholiludin juga menyampikan mengingat potensi bencana yang sangat besar tersebut maka sebaiknya dipasang alat pemberitahuan bencana di enam kecamatan terkait. “Dengan adanya alat tersebut, maka masyarakat dapat segera berkemas jika mendengar alarm bencana. Pengadaan alat dapat dilaksanakan oleh Pemda Kebumen,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top