• Berita Terkini

    Wednesday, November 1, 2017

    Truk Tubruk Warung Nasi, Puluhan Karung Gula Pasir Tumpah

    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Diduga karena sopir ugal-ugalan, sebuah truk dengan nomor polisi (nopol) W 9082 UR bermuatan gula pasir menabrak sebuah warung nasi di Jalan Nasional, persisnya di Simpang Lima, masuk Desa Jabres, Kecamatan Sruweng,  Rabu (1/11/2017). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, namun warung mengalami kerusakan cukup parah.

    Informasi yang berhasil dihimpun Kebumen Ekspres di lapangan, peristiwa ini terjadi pada pukul 01.00 WIB. Sebelum kejadian, truk tengah dalam perjalanan Cilacap-Pasuruhan Jawa Timur dengan membawa gula pasir tak kurang dari 3 ton.

    Sesampai di lokasi, diduga tak mengenal medan, truk tronton tiba-tiba oleng dan nyaris menabrak kerumunan tukang ojek yang sedang mangkal di tepi jalan. Truk baru berhenti setelah menabrak warung milik warga disertai suara benturan keras.

    "Suaranya keras sekali. Tadinya saya kira gempa," kata Sahidan (50) bersama anaknya Hofifah (17), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.


    Joko Triono (40), tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi kecelakaan mengatakan sempat melihat truk tersebut melaju kencang dari arah Barat.

    "Truk juga salip-salipan dengan truk lain. Tidak lama kemudian, truk oleng ke arah kami, lalu saya lari. Baru setelah itu saya tahu truk guling dan menghantam warung," kata warga RT 02 RW 02 Dukuh Lemah Rata Desa Pengempon Kecamatan Sruweng tersebut.

    Joko memang selamat dari kejadian itu. Namun, sepeda motor dengan nopol AA  5476 FD miliknya tertimbun gula pasir yang tumpah dari badan truk.

    Muatan gula pasir itu juga menimpa warung yang rusak akibat insiden ini.

    Beruntung, pada saat kejadian, pemilik warung nasi, Udin, tidak tidur dalam warung yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu. "Sebelumnya saya biasa tidur di warung. Tapi pada malam kejadian perasaan saya  tidak enak, jadi saya tidur di rumah," warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut.

    Hingga kemarin sore, truk gandengan yang terpisah sudah dievakuasi menggunakan mobil derek. Namun tumpukan gula masih tergeletak di pinggir jalan. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top