• Berita Terkini

    Monday, November 13, 2017

    Taufik : Kader PKB Harus Melek Teknologi

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Anggota DPR RI Komisi IV Drs H Taufiq R Abdullah mempunyai cara tersendiri untuk mengenalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada para generasi milenia yakni melalui media sosial. Untuk itu pihaknya pun menegaskan semua kader partai harus melek teknologi.

    Bukan sekedar melek, Taufik R Abdullah juga meminta agar semua Pengurus PKB aktif di media sosial. Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh Ketua Umum PKB Ketua Umum Muhaimin Iskandar. Media Sosial sangat penting digunakan untuk sosialisasi partai.

    Hal ini ditegaskannya, saat Sosialisasi Empat Pilar dan Halaqoh Kebangsaan, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren API Muttaqien Muktisari Kebumen, Senin (13/11/2017). Turut hadir pada acara tersebut KH Dawamudin Masdar dan sejumlah tokoh kyai dan ulama Kebumen.


    Dalam kesempatan tersebut politisi kelahiran Banjarnegara tahun 1963 silam itu menegaskan, hampir semua kalangan saat ini telah menggunakan media sosial. Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. “Untuk itu semua kader PKB harus mampu menggunakan teknologi dan media sosial,” jelasnya.

    Saat disinggung mengenai Pilkada Jawa Tengah, pihaknya menyampaikan kini telah banyak bakal calon yang telah mengajukan proposal ke partainya. Selain aktif di media sosial, PKP juga selalu menjaga captive market (pasar tertutup) yang telah menjadi basis selama ini. "Sudah banyak yang daftar, namun belum ditentukan siapa. Setahu saya partai yang lain juga belum menentukan calonnya,” papar suami Hj Ida Fauziyah itu.

    Terkait Halaqoh Taufik juga dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta itu berharap dapat menyerap banyak masukan dari para kyai di Kebumen. Kini meski ideologi kanan telah dibubarkan namun belum tentu ajaran-ajarannya hilang. Taufik berharap dapat menjadi corong bagi ulama yang telah mampu memegang prinsip berbangsa dan bernegara. “Para ulama telah mampu memberi teladan dalam berbangsa dan bernegara dengan sikap tasamuh, tawasuth, ta'adl, dan tawazun. Itu sesuai dengan karakteristik Ahli Sunnah Wal jamaah (Aswaja)," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top