• Berita Terkini

    Wednesday, November 15, 2017

    Seminar Internasional Polda Kebumen Sabet Rekor Dunia

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Seminar Internasional yang digelar Politeknik Dharma Patria (Polda) Kebumen, di Hotel Mexolie, Rabu (15/11/2017), banjir rekor. Total 8 rekor diraih pada kegiatan kemarin. Masing-masing tiga rekor dunia dan 5 Original Rekor Indonesia (ORI).

    Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Original Rekor Indonesia, Agung Elvianto dan diterima Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad mewakili jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen.

    Ketua Panitia Seminar Dra Sotya Partiwi E MM mengatakan rekor tersebut dinilai dari jumlah peserta seminar terbanyak yakni 1296 peserta dengan menggunakan pakaian batik dan aksesoris gelang dari jenitri. "Para peserta seminar adalah para mahasiswa dari 38 Perguruan tinggi antara lain Piksi Ganesha dan Universitas lainnya," ujarnya.

    Dia menambahkan, seminar yang baru pertama kali di Kebumen itu menghadirkan 18 pembicara dari lima negara terdiri dari Indonesia, Filipina, India, Kamboja. Lima narasumber internasional masing-masing, Prof Rachidon P Bernarte (Polytechnic University of the Philippines), Prof Basanta Khumar (Xavier University India), Tatsumi Tanaka (Human Academy Japan), Ith Vuthy (Ministry of Education, Youth and Sport, Kingdom of Cambodia/Deputy Director of SEAMEO Seamolec serta President of AIC Indonesia sekaligus President Director Piksi Ganesha Consortium Dr HK Prihartono MM.


    Selain mereka, hadir juga sejumlah pembicara lain. Salah satunya, Dosen Polda Kebumen, Ikhwan Taufik yang menjadi pembicara termuda dalam kegiatan kemarin. Juga, General Manager Kebumen Ekspres dan Banyumas Ekspres, Hari Agus Triono. Usai kegiatan, mereka diajak mengikuti City tour ke sejumlah tempat antara lain, sentra batik Kebumen di Desa Gemeksekti, Pabrik genteng Malindo, dan Agrowisata di Kecamatan Puring.

    President of AIC Indonesia yang sekaligus President Director Piksi Ganesha Consortium, Dr HK Prihartono MM berharap, seminar tersebut tak hanya bermanfaat dari sisi keilmuan sekaligus bagaimana mengedukasi para peserta. "Sehingga ilmu yang didapat dapat diaplikasikan di ingkungan pekerjaan, sosial dan budaya yang kemudian melahirkan sebuah inovasi," katanya.

    Salah satu narasumber, Ith Vuthy, Ministry of Education, Youth and Sport, Kingdom of Cambodia/Deputy Director of SEAMEO Seamolec, asal Kamboja mengaku sangat terkesan dengan seminar kemarin. Kegiatan semacam ini, katanya, merupakan salah satu bentuk forum inovasi dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Kebumen. "Produk jenitri ini juga sangat bagus untuk sebuah inovasi dari kerajinan buah Jenitri yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat," katanya.

    Sementara itu, General Manager Kebumen Ekspres dan Banyumas Ekspres, Hari Agus Triono, yang tampil sebagai salah satu narasumber menyampaikan peran mahaiswa dalam berinovasi.

    Para mahasiswa, diharapkan bisa menjadi entreprenuer - entrepreneur muda yang bisa bekerjasama dengan media lokal untuk ikut serta memajukan ekonomi di Kabupaten Kebumen. "Kebumen ekspres sebagai media lokal punya misi mendukung dan memajukan perekonomian di Kebumen. Kami berharap, generasi muda dapat aktif bersama media mempromosikan produk produk lokal yang menjadi keunggulan Kabupaten Kebumen," katanya. (saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top