• Berita Terkini

    Sunday, November 12, 2017

    Proyek Drainase Banjir Wonosari Disoal Warga

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Proyek resapan banjir (drainase) yang berada di Desa Wonosari Kebumen, disoal warga. Pasalnya adanya proyek tersebut berpotensi merugikan warga setempat.

    Salah satu warga yang merasa dirugikan yakni Budi Hartono (67) Warga RT 14 RW 3 Desa Jatisari Kebumen. Kepada Ekspres pihaknya menyampaikan, gorong-gorong baru dibuat akan disalurkan ke gorong-gorong yang melintang di bawah jalan dan telah ada sebelumnya. “Dengan demikian air dari utara akan dialirkan ke Selatan. Sedangkan tepat di Selatan jalan yakni tanah milik keluarga saya,” tuturnya, Sabtu (11/11/2017).

    Saat ini kawasan Jalan Kebumen-Kutoarjo di Desa Wonosari tepatnya di sebelah Timur Kali Gawe sedang dilaksanakan proyek pembuatan resapan air. Air yang biasanya menggenang di sebelah Utara jalan rencananya akan dialirkan ke bawah dengan dibuat gorong-gorong. Gorong-gorong dibuat memanjang dari arah ke Timur hingga ke Barat.

    Jika musim penghujan maka air dalam jumlah besar akan mengalir dari arah Utara. Hal itulah yang kerap membuat kawasan Desa Roworejo mengalami banjir. Jika air bah tersebut masuk ke gorong-gorong resapan, tentunya akan mengalir deras menuju tanah miliknya. “Bayangkan derasnya air jelas akan membuat tanah milik keluarga saya tergerus, bahkan bisa hilang terbawa arus,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu Budi Hartono menegaskan, pihaknya setuju dengan adanya proyek resapan yang bertujuan untuk menghilangkan genangan air. Kendati demikian jangan sampai proyek yang menjadi solusi justru malah menimbulkan masalah baru.

    Terkait persoalan tersebut, pihaknya pun berharap adanya perhatian dari Anggota DPRD Kebumen “Itu proyek yang sangat besar, seharusnya dilaksanakan dengan matang, mulai dari kajian, perencanaan, sosialisasi dan  pelaksanaan,” paparnya.

    Kabid Bina Marga DPU Kebumen Hanna Widyawati ST menyampaikan, proyek drainase tersebut berada di Jalan Nasional dan bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kebumen. “Itu bukan Pemerintah Kebumen yang melaksanakan,” katanya.


    Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Kebumen Dra Halimah Nurhayati MAP mengaku telah mendengar persoalan tersebut. Pihaknya pun menegaskan akan meninjau langsung lokasi tersebut pada Selasa (14/11) mendatang. “Iya saya sudah mendengar, besok Selasa kami akan melihat langsung ke lokasi,” ucapnya, saat dihubungi via phone. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top