• Berita Terkini

    Friday, November 3, 2017

    Penggunaan Bekas RSUD Jadi Shelter ODGJ Dipercepat

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ditengah ketiadaan anggaran, Pemkab Kebumen menargetkan Shelter untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dapat beroperasi pada pertengahan Desember mendatang. Rencananya shelter tersebut bakal memanfaatkan bekas banguna RSUD lama di Dukuh Bojong, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen.

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, menegaskan belum adanya anggaran dari APBD tidak menghalangi Pemkab Kebumen untuk membangun shelter tersebut.  Pasalnya, kebutuhan shelter sangat mendesak agar penanganan ODGJ di Kabupaten Kebumen dapat diselesaikan dengan cepat dan hasil yang baik.

    "Kita tidak puny alokasi anggaran dari APBD, maka kita akan menghimpun dana CSR. Baru nanti di tahun 2018 kita anggarkan melalui APBD Perubahan," tegas Mohammad Yahya Fuad, saat memimpin Rakor penanganan ODGJ dan penyusunan Perdes Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Ruang Gedung F Kantor Bupati Kebumen, Kamis (2/11/2017).

    Bupati menjelaskan, berapapun besaran dana yang terhimpun dari CSR nantinya, agar dipergunakan seefisien mungkin. Yang terpenting, kata bupati,  ODGJ di Padepokan Mbah Marsiyo di Desa Winong, Kecamatan Mirit, dapat segera tertangani dengan baik setelah mendapatkan pengobatan di Puskesmas Pejagoan. "Kita targetkan pada pertengahan Desember tahun ini shelter sudah bisa dioperasionalkan," kata Mohammad Yahya Fuad.

    Menurutnya, sarana dan prasarana di shelter ODGJ nantinya tidak harus baru. Tetapi masih bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di bekas RSUD lama. "Kita manfaatkan ruangan-ruangan yang ada untuk di perbaiki dan dijadikan tempat yang cukup representatif bagi pasien ODGJ," ujar bupati.

    Kepala Dinas Sosial dan PPKB Kebumen, dr HA Dwi Budi Satrio, memaparkan pihaknya sudah mulai melakukan evakuasi penderita ODGJ dari Padepokan Mbah Marsiyo ke Puskesmas secara bertahap. Yakni tiga orang setiap minggunya. Sehingga para ODGJ mendapat perawatan dan pengobatan dengan baik.

    "Harapannya bisa sembuh, sehingga nantinya mereka bisa diberdayakan kembali untuk jadi manusia yang produktif. Untuk itu kami telah merencanakan dengan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pasien sembuh agar bisa kembali produktif," terang Budi Satrio.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, dr Rini Kristiani, mengatakan pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan standar minimal bagi penderita ODGJ. Pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi ODGJ tersebut sudah dilakukan di 35 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kebumen.

    "Kami akan terus meningkatkan akses pelayanan bagi penderita ODGJ. Kami berkomitmen untuk Kabupaten Kebumen bebas pasung bagi penderita ODGJ," tandasnya.

    Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, jumlah penderita ODGJ di Kabupaten Kebumen mencapai 3.109 orang. Yang sudah tertangani sebanyak 1.859 orang atau 59,7 persen. Sedangkan, penderita ODGJ yang dipasung sebanyak 55 kasus, yakni di Padepokan Mbah Marsiyo sebanyak 13 orang , di Yayasan Bani Ali Sawangan Kecamatan Alian sebanyak 10 orang dan dipasung oleh keluarganya sebanyak 32 orang.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top