• Berita Terkini

    Friday, November 17, 2017

    Papan Larangan Buaya Dipasang hingga Muara Sungai Lukulo

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Setelah memasang plang peringatan bahaya buaya di Desa Rantewringin Buluspesantren, kini Tim SAR Elang Perkasa Kebumen (sebelumnya sempat tertulis SAR Elang Cilacap) kembali memasang  di Muara Sungai Lukulo, Jumat (17/11/2017).

    Pemasangan dilaksanakan di tiga titik di muara Sungai Lukulo di Desa Jogosimo Kecamatan Klirong.  Pemasangan peringatan plang menjadi sangat penting mengingat kawasan muara tersebut, kerap menjadi tempat rekreasi.

    Di lokasi muara, terdapat beberapa gazebo yang kerap dijadikan sebagai tempat wisata. Selain itu beberapa anak juga kerap bermain di kawasan tersebut. Pemandangan nan indah serta tidak ada ombak yang besar, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk bertandang ke lokasi tersebut. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim SAR Elang Perkasa Kebumen Sulistiyardi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 7 personil.

    Sekretaris SAR Elang Perkasa Kebumen Anggit Sukmanto menyampaikan setelah dilaksanakan pemasangan di Desa Rantewringin, pemasangan plang dilanjutkan di beberapa titik. Pemasangan plang dilaksanakan untuk peringatan kepada  para warga agar lebih waspada. “Buaya merupakan jenis reptil yang berbahaya dan dapat menyerang manusia,” tuturnya.

    Selain melaksanakan pemasangan plang, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan penanaman cemara bersama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Jogosimo. Dengan demikian diharapkan nantinya kawasan pantai menjadi hijau. Selain untuk membuat suasana pantai menjadi sejuk, penghijauan dilaksanakan untuk menjaga daratan dari abrasi pantai. “Untuk penanaman dilaksanakan sebanyak 2.000 pohon. Selain itu untuk bahan sosialisasi kami juga memberikan tiga plang kepada perangkat desa,” paparnya.

    Sebelumnya diberitakan, petugas BKSDA Jawa Tengah Rahmat Hidayat menyampaikan agar warga berhati-hati dengan buaya. Sebab buaya merupakan satwa liar yang dapat menyerang saat terusik. Demi keselamatan sebaiknya warga tidak melaksanakan penangkapan. Jika hendak melaksanakan penangkapan sebaiknya pastikan keselamatan. “Jika mendarat, sebaiknya segera menghubungi pihak berwajib,” jelasnya.

    Menurutnya, saat mendarat di Kedungwinangun lokasinya sangat memungkinkan untuk dilaksanakan penangkapan. Sebab lokasinya luas dan jauh dari sungai. Seandainya ada parit pun ukurannya kecil. “Sayangnya waktu itu, masyarakat tergesa-gesa, untuk melakukan penangkapan sendiri,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top