• Berita Terkini

    Sunday, November 19, 2017

    Musim Hujan, Harga Genteng di Kebumen Anjlok

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Musim hujan yang disambut dengan suka cita oleh para petani, ternyata menjadi momok tersendiri bagi pengusaha genteng di wilayah kabupaten berselogan Beriman ini. Pasalnya selain kesulitan produksi, ternyata di musim hujan kali ini harga genteng juga anjlok.

    Sulitnya produksi dan turunnya harga membuat para pengusaha genteng mengeluh. Sebab umumnya saat produksi sulit harga genteng seharusnya naik. Naiknya harga saat produksi sulit, disebabkan oleh sedikitnya jumlah barang yang berada di pasaran.

    Salah satu pengusaha genteng di Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan Lutfi Hakim (30) menyampaikan, beberapa bulan sebelumnya harga genteng tembus Rp 1.500 perbiji. Kendati demikian harga kemudian turun secara berangsur hingga mencapai Rp 1.400 perbiji. “Jika harga genteng turun di satu daerah, tentunya di daerah lain juga demikian,” tuturnya, Minggu (19/11/2017).

    Bapak satu anak ini menuturkan, produksi genteng sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Mulai dari pengambilan bahan baku, penjemuran hingga pembakaran saat erat kaitannya dengan cuaca. Saat musim hujan, pengambilan tanah menjadi sulit. Kesulitan juga dialami saat penjemuran. “Kesulitan juga dialami saat melaksanakan pembakaran. Kayu yang basah membuat kesulitan tersendiri pada proses pembakaran,” jelasnya.

    Dijelaskannya, biasanya peredaran barang di pasaran sedikit maka harga, cenderung naik. Namun harga genteng sangat ditentukan oleh jumlah permintaan. Saat ini meski hanya terdapat sedikit barang, namun permintaan juga menurun. Akibatnya harga pun terjun bebas. “Kami khawatir harga akan terus menurun, jika sudah demikian bukan tidak mungkin akan banyak pengusaha yang merugi,” paparnya.

    Sebelumnya  di lain kesempatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga pernah meminta agar para perajin genteng membentuk koperasi. Hal itu dilaksanakan agar lebih mudah mengkoordinirnya. Selain itu, menurutnya Ganjar Kebumen juga butuh laboratorium untuk menguji kadar tanah yang akan digunakan untuk bahan baku genteng. "Biar ada kepastian soal kualitas bahan bakunya. Tanah ini bagus ngga dipakai untuk genteng," ucapnya pada pertemuan dengan para pengrajin genteng di Kedawung, Rabu (13/9) lalu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top