• Berita Terkini

    Monday, November 20, 2017

    Korban Tambang Batu Alian Baru Sebulan Jadi Penambang

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di RT 5 RW 02 Desa Karangkembang Kecamatan Alian. Itu adalah rumah Mohamad Fauzan (35), korban longsornya tebing batu di  Desa Karangkembang Kecamatan Alian, Senin (20/11/2017).

    Sejak pagi, warga berbondong-bondong untuk mengucapkan bela sungkawa. Sekitar  11.30 WIB, jenasah korban tiba di rumah duka setelah sebelumnya dibawa ke rumah sakit. Baru pada pukul 15.00 WIB, jenasah Fauzan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Tangis dan ratusan pelayat mengiringi pemakaman anak Suradi tersebut.

    Salah satu tetangga korban, Sobirin mengatakan, kepergian M Faozan memang membuat keluarganya sangat kehilangan. Diketahui, korban meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung anak kedua. Usia kandungan memasuki 6 bulan. Sedangkan anak pertama Fauzan baru berumur 9 tahun. "Fauzan sebenarnya merupakan orang baru dalam dunia pertambangan batu cadas.  Bahkan Fauzan baru sekitar satu bulan menambang batu," kata Sobirin.

    Seperti diberitakan, M Faozan mengalami kecelakaan saat tengah menambang batu tak jauh dari rumahnya Senin (20/11/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat tengah menambang bersama ayah kandungnya, Suradi dan tetangganya Ahmadi, tebing yang ditambang longsor. Faozan tak sempat menghindar menyusul longsoran menimpa tubuhnya. Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal seketika di lokasi.

    Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti SSos melalui Kasubag Humas AKP Willy BUdiyanto SH MH menyampaikan kejadian berawal saat korban bersama dua penambang lain tengah menambang batu.

    Tiba-tiba, tebing yang digali bergerak dan longsor seluas lebih kurang 3 meter. Sontak, korban ikut terbawa longsor. Naas, sebuah batu tepat menghantam kepalanya mengakibatkan korban meningga dunia di tempat.

    "Sewaktu melakukan penggalian batu, tiba tiba batu yang digali korban longsor. Korban jatuh dan tertimbun batu, sehingga meninggal di tempat. Rekan korban sebenarnya sudah berupaya melakukan pertolongan, namun korban sudah meninggal," kata Willy.

    Selain korban yang meninggal, peristiwa itu juga membuat satu penambang lain, Ahmadi, dilarikan ke rumah sakit permata medika. Hingga berita ini diturunkan, Ahmadi masih dalam perawatan intensif. Pria yang juga tetangga korban itu pun belum bisa memberikan keterangan akibat masih shock.

    Sementara, satu penambang lain, Suradi yang juga ayah kandung korban, selamat meski sempat dilarikan ke rumah sakit. Atas kejadian ini, polisi menemukan linggis, gancu dan bodem/martil besar untuk menambang batu padas secara manual (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top