• Berita Terkini

    Thursday, November 16, 2017

    Komunitas Warga Keturunan Tionghoa Bantu Korban Tanah Longsor

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga Keturunan Tionghoa dari Gombong, Karanganyar dan Kebumen, memberikan bantuan kepada korban tanah longsor di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta tersebut diserahkan Kamis (16/11/2017).

    Mereka memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta kepada korban longsor bernama Sakiman (54), warga Dukuh Bentar RT 04 RW 05 Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar. 

    Sejumlah tokoh mengantarkan langsung bantuan untuk kemanusiaan tersebut, diantaranya owner Muncul Group, Sugeng Budiawan, pemilik Roti Jempol, Hengky Halim, Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir, Sekcam Karanganyar Sumaryo, Lurah Plarangan Ahmad Suhartono, dan sejumlah pengusaha Tionghoa.

    Perwakilan Warga Tionghoa, Sugeng Budiawan, mengatakan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian warga Tionghoa terhadap korban bencana alam tanah longsor.

    "Bantuan ini untuk membantu meringankan beban korban tanah longsor," kata Sugeng Budiawan, dilsela-sela menyerahkan bantuan.

    Sugeng berharap, bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan berban masyarakat yang menjadi korban bencana. "Semoga bencana cepat selesai, dan kembali normal," imbuhnya.

    Rumah Sakiman, ambruk diterjang bencana alam tanah longsor pada 28 Oktober lalu. Beruntung dia bersama anak dan istrinya selamat, karena tak lagi bisa ditempati, dia terpaksa mengungsi di rumah tetangganya. Karena keterbatasan biaya, Sakiman belum bisa memperbaiki rumahnya. Namun, warga setempat hingga Kamis (16/11) melakukan kerja bakti membersihkan sisa longsoran.

    Lurah Plarangan, Ahmad Suhartono, menjelaskan pihaknya telah melaporkan musibah tersebut kepada Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Sudah disurvei oleh BPBD yang datang langsung melihat kondisi rumah," terang Ahmad Suhartono.

    Menurutnya, Pemkab Kebumen bakal membantu Sakiman sebesar Rp 20 juta. Namun, hingga kemarin belum kunjung diterimakan. "Kita masih nunggu, nanti sisa longsornya sudah selesai dibersihkan baru cair," imbuhnya.(ori)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top