• Berita Terkini

    Sunday, November 26, 2017

    Kolom Abu Gunung Agung Capai 3.380 Meter

    fotorakadeny/jawapos
    KARANGASEM – Sejak kali pertama Gunung Agung erupsi Selasa (21/11), letusan susulan terus terjadi. Minggu (26/11) dalam tempo dua jam tidak kurang tiga letusan terdeteksi. Semburan abu valkanik pun teramati semakin tinggi. Berdasar pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 3.380 meter di atas kawah puncak. Secara otomatis kondisi itu berpengaruh terhadap level Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA).



    Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG I Gede Suantika menjelaskan, tiga letusan kemarin terjadi pukul 05.05 WITA, pukul 05.45 WITA, dan pukul 06.20 WITA. ”Secara visual abu vulkanik semakin tinggi dan tebal. Tekanannya juga semakin kuat,” ungkap dia ketika diwawancarai di Pos Pengamatan Gunung Api Agung kemarin. Menurut dia itu terjadi lantaran intrusi atau dorong magma kian tinggi. ”Debit per satuan waktunya semakin besar,” imbuhnya.



    Mengacu pada peristiwa meletusnya Gunung Agung 54 tahun lalu, kata Suantika, besar kemungkinan letusan serupa yang terdeteksi beberapa hari belakangan terus terjadi sampai satu bulan ke depan. ”Kalau mengacu pada 1963 itu butuh sebulan untuk sampai ke letusan paling besar,” terang dia. Letusan melalui semburan abu valkanik yang saat ini terjadi tidak ubahnya tanda yang diberikan oleh gunung tertinggi di Bali itu. Nantinya, bukan tidak mungkin letusan disertai keluarnya lava.



    Harapan PVMBG lava keluar secara perlahan . ”Meleler ke bawah,” ujar Suantika. Sebab, ancaman semakin tinggi bila lava keluar disertai ledakan. Menurut dia, itu bisa saja terjadi jika pertambahan lava tidak sebanding dengan besar lubang di kawah Gunung Agung. ”Itu yang kami takutkan,” ujarnya. Untuk itu, sambung dia, instansinya terus mengevaluasi kondisi Gunung Agung. Termasuk di antaranya kemungkinan untuk kembali meningkatkan status dari siaga menjadi awas.



    Sampai kemarin sore, rekomendasi PVMBG masih belum berubah. Yakni masyarakat diminta tidak beraktivitas pada zona berbahaya dalam radius 6 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. Selain itu, perluasan sektoral ke arah utara – timur laut serta tenggara – selatan – barat daya sejauh 7,5 kilometer juga harus kosong. Namun demikian, dengan kondisi saat ini bisa jadi rekomendasi berubah. ”Radius masih mungkin ditambah,” ucap Suantika.



    Berkaitan dengan perubahan level VONA, Kasubbid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelasakan bahwa perubahan level VONA dari oranye ke merah terjadi apabila kolom abu vulkanik sudah mencapai ketinggian 6.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). ”Bukan di atas kawah puncak,” ujarnya. Bila ketinggian Gunung Agung 3.142 mdpl dikalkukasi dengan ketinggian kolom abu vulkanik kemarin, angkanya mencapai 6.522 mdpl.



    Tidak heran level Vona ditingkatkan. Seiring meningkatnya level Vona, pengaruhnya terhadap operasional bandara maupun jadwal penerbangan mulai tampak. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mengeluarkan NOTAM B8868/17  untuk seluruh maskapai di Indonesia terkait penutupan Bandara Internasional Lombok. Notam tersebut berlaku kemarin  pukul 17.55 WITA sampai dengan hari ini (27/11) pukul 06.00 WITA.



    Penutupan Bandara Internasional Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG kemarin pukul 17.00 WITA. Selain itu adanya pengamatan dilapangan dalam bentuk Paper Test untuk mengetahui kondisi Volcanic Ash (VA) di area bandara. ”Pilot juga melaporkan adanya VA,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso. Menurut Agus, pihaknya akan mengevaluasi penutupan bandara hingga hari ini.



    Agus menambahkan jika VA sangat berbahaya bagi pesawat. Jika debu tersebut masuk dalam mesin pesawat maka mesin akan panas. Bisa juga mengakibatkan mesin tiba-tiba mati.



    Untuk mengantisipasi penutupan bandara, menurut Agus pihaknya telah mengantisipasi dengan menyiapkan sepuluh bandara. Bandara tersebut antara lain Bandara Banyuwangi, Bandara Surabaya, Bandara Solo, Bandara Jogjakarta, Bandara Labuan Bajo, Bandara Makasar, Bandara Kupang, dan Bandara Balikpapan. ”Kami juga sudah menyiapkan 200-300 bis untuk turis yang mau ke Lombok tapi harus mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” beber Agus.



    Sementara itu Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan atas penutupan Bandara Internasional Lombok berdampak terhadap 16 operasional penerbangan dari dan menuju Lombok. Penerbangan tersebut terdiri dari 13 penerbangan domestik dan tiga penerbangan internasional.



    Salah satu maskapai yang membatalkan keberangkatannya kemarin adalah Citilink Indonesia. Citilink Indonesia membatalkan satu penerbangan rute Surabaya - Lombok dan sebaliknya menyusul perkembangan terkini aktifitas vulkanik Gunung Agung Bali. ”Manajemen Citilink Indonesia memutuskan untuk membatalkan penerbangan Surabaya-Lombok demi keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Vice Presiden Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar.



    Benny juga memohon pengertian dan kerjasama para penumpang pada kedua penerbangan QG 660 dan QG 661, karena pembatalan ini disebabkan oleh faktor alam. ”Bagi para penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Agung dapat melakukan refund sebesar 90 persen. Selain itu bisa juga reschedule dengan menghubungi call center Citilink Indonesia di nomor telepon 08041080808,” kata Benny.



    Menindaklanjuti aktivitas Gunung Agung saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali memutuskan untuk mengambil langkah antisipasi. Kemarin mereka menyebar masker kepada masyarakat di beberapa wilayah. ”Rendang, Selat, Bebandem, Manggis, dan Kubu,” ungkap Kepala BPBD Bali Dewa Made Indra. Total, tidak kurang seratus ribu masker sudah mereka bagikan kemarin. Dia meminta masyarakat memakai masker tersebut setiap kali bepergian ke luar rumah.



    Itu penting lantaran abu vulkanik tidak boleh dianggap enteng. Khususnya bagi masyarakat yang desa atau tempat tinggalnya turut dihujani abu vulkanik. Senada dengan Indra, Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada, instansinya juga sudah membagikan masker kepada masyarakat. ”Dinas Kesehatan, PMI kurang lebih bagikan 6.300 masker,” imbuhnya. Sedangkan, BPBD Klungkung membagikan sepuluh ribu masker. ”Dimohon masyarakat memakai masker jika bepergian,” pintanya.



    Selain membagikan masker, Pemkab Klungkung kembali bersiap diri mengantisipasi kedatangan pengungsi. Meski belum signifikan, aktivitas Gunung Agung beberapa hari belakangan cukup membuat masyarakat was-was. Sebagian di antara mereka sudah memutuskan kembali ke lokasi pengungsian. ”Hari ini (kemarin) di GOR Swecapura ada tambahan 620 pengungsi,” kata Widiada. Dia memprediksi jumlahnya akan terus bertambah. Untuk itu, instansinya kembali mendirikan tenda darurat. (lyn/syn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top